Infiltrasi yang berkurang juga dapat memperburuk banjir saat hujan lebat dan kekeringan saat musim kemarau.

4. Degradasi Kimia: Salinitas, Asidifikasi, dan Ketidakseimbangan Nutrisi

Tanah juga dapat terdegradasi secara kimia.

Salinisasi terjadi ketika garam menumpuk di tanah, biasanya terkait irigasi di iklim kering, drainase buruk, atau penggunaan air asin.

Terlalu banyak garam membuat tanaman sulit menyerap air, meskipun tanah tampak lembab. Salinisasi adalah masalah global besar, terutama di daerah irigasi.

Di Prancis, masalah ini lebih terlokalisasi, tetapi daerah pesisir, zona irigasi, dan lahan rendah masih rentan.

Asidifikasi adalah bentuk degradasi kimia lainnya.

Ini bisa disebabkan oleh proses alami, pupuk pengasaman, polusi atmosfer, atau pengambilan nutrisi berulang tanpa penggantian yang memadai.

Ketika tanah menjadi terlalu asam, nutrisi menjadi kurang tersedia dan beberapa logam bisa menjadi lebih mobile atau beracun.

>>> Viral Daftar Harga Layanan Ritual di Gunung Kawi, dari Rp100 Ribu hingga Rp25 Juta

Ketidakseimbangan nutrisi juga menjadi perhatian. Beberapa tanah habis karena penanaman terus-menerus, sementara yang lain menerima terlalu banyak nitrogen atau fosfor.