Tanah yang terkikis dapat menyumbat saluran air, meningkatkan risiko banjir, membawa pestisida atau nutrisi ke sungai, dan menurunkan kualitas air.

Di Eropa, erosi air mempengaruhi sebagian besar lahan, dan tanah pertanian termasuk yang paling terpapar.

2. Penggembalaan Berlebihan: Padang Rumput Tak Sempat Pulih

Penggembalaan berlebihan terjadi ketika terlalu banyak hewan makan di lahan yang sama terlalu lama, sehingga vegetasi tidak bisa beregenerasi.

Ini sangat merusak di iklim kering atau semi-kering.

>>> Masalah Rambut Tak Selalu Sama, Pentingnya Pilih Perawatan Sesuai Kebutuhan

Ketika tutupan tanaman hilang, tanah kehilangan perlindungan utama terhadap hujan, angin, dan panas. Kuku hewan juga dapat memadatkan permukaan, mengurangi infiltrasi air, dan merusak tanaman muda.

Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan erosi, hilangnya vegetasi, produktivitas rendah, dan di beberapa daerah, desertifikasi.

Di Prancis, penggembalaan berlebihan bukan pendorong utama degradasi tanah secara nasional, tetapi tekanan lokal masih bisa terjadi di padang rumput rapuh atau lahan kering yang dikelola buruk.

3. Pemadatan: Tanah Kehilangan Ruang Bernapas

Tanah sehat memiliki pori-pori yang memungkinkan udara, air, akar, dan organisme bergerak. Pemadatan menghancurkan pori-pori tersebut.

Penyebabnya bisa berupa mesin pertanian berat, lalu lintas berulang di tanah basah, injakan ternak intensif, atau aktivitas konstruksi.

Tanah padat menyerap air lebih sulit, meningkatkan limpasan dan erosi.

Akar sulit tumbuh ke bawah, cacing tanah dan mikroorganisme menjadi kurang aktif. Tanaman mungkin menderita karena tidak bisa mengakses air, oksigen, atau nutrisi yang cukup.

Pemadatan juga dapat mempengaruhi iklim dan sistem air. Tanah yang kurang aerasi dapat meningkatkan emisi dinitrogen oksida, gas rumah kaca yang kuat.