Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, menolak pujian berlebihan yang dialamatkan kepada skuadnya saat ini.

Ia menegaskan bahwa timnya tidak tertarik dengan apresiasi prematur meski telah melaju ke perempat final Piala Dunia 2026.

>>> Santri di Sidrap Diduga Dianiaya Dua Guru Ponpes, Polisi Selidiki

Menurut Ouahbi, evaluasi dan perayaan keberhasilan hanya layak dilakukan setelah seluruh turnamen di Amerika Utara berakhir. Ia meminta anak asuhnya tetap fokus dan tidak terlena dengan sanjungan.

Maroko akan menghadapi Prancis di babak perempat final, yang merupakan ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.

Berbeda dengan status "tim kejutan" empat tahun lalu, Maroko kini datang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai salah satu penantang gelar.

Ouahbi Tolak Label Kuda Hitam

"Kami akan melakukan evaluasi di akhir turnamen nanti," tegas Ouahbi dalam konferensi pers, Rabu waktu setempat.

>>> 5 Manfaat Air Rebusan Sayur untuk Tanaman, Jangan Dibuang

Ia secara terang-terangan meminta pemainnya menutup telinga dari sanjungan yang menyebut performa mereka sudah luar biasa.

"Saya tidak akan mengatakan apa pun sekarang karena kami bisa mendapatkan hasil yang lebih banyak lagi," tambahnya.

Pelatih berusia 53 tahun itu juga menolak anggapan bahwa keberhasilan mencapai babak delapan besar merupakan bonus.

"Saya tidak suka perasaan 'kita telah melakukannya dengan baik untuk sampai ke sini dan sisanya adalah bonus'. Tidak, bonus yang sebenarnya adalah memenangkan Piala Dunia," ujar Ouahbi.

>>> Iran Serang Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Yordania Balas Serangan AS

Waspadai Ancaman Prancis

Prancis melaju ke perempat final setelah menyingkirkan Paraguay dengan susah payah. Kylian Mbappe tetap menjadi ancaman utama bagi pertahanan Maroko setelah mengoleksi tujuh gol sepanjang turnamen.