Erika Kirk meminta transparansi penuh dalam sidang pendahuluan tersangka pembunuh suaminya. Ia mendesak hakim untuk membuka semua barang bukti ke publik.

Dalam dokumen yang diajukan pekan ini, Erika menyatakan ia dan orang tua Charlie Kirk datang ke Utah untuk menyaksikan sidang pendahuluan Tyler Robinson.

>>> Batistuta Bingung Pilih Messi atau Maradona Usai Piala Dunia 2026

Mereka ingin "menyaksikan langsung bukti-bukti terkait kematian suami dan anak mereka."

Namun, Erika mengatakan ia dan mertuanya harus duduk selama sidang saat sejumlah barang bukti dimasukkan tetapi tidak diperlihatkan ke publik.

Praktik ini, menurutnya, merusak kemampuan mereka untuk "mengamati secara bermakna" jalannya sidang.

Ia menilai kurangnya transparansi akan terus memicu teori konspirasi dan spekulasi seputar pembunuhan Charlie.

>>> Gestur Tangan Pelatih Mesir ke Messi Tuai Kontroversi

Erika meminta hakim agar semua barang bukti yang sudah diajukan dan yang akan datang dapat diakses oleh semua orang di ruang sidang.

Sebelumnya, Erika terlihat memasuki gedung pengadilan pada Senin. Ia dan orang tua Charlie keluar sebelum saksi menjelaskan detail pembunuhan, tetapi kembali setelah istirahat singkat.

Jaksa penuntut menyatakan Robinson melepaskan tembakan fatal dari atap gedung sejauh 200 kaki dari lokasi Charlie berbicara di kampus Utah Valley University pada September lalu.

Bukti DNA disebut mengaitkan Robinson dengan senjata, namun tim kuasa hukum tersangka meragukan keandalan tes DNA yang digunakan.

>>> Jet Tempur Iran Kawal Pesawat Pembawa Jenazah Khamenei

Robinson didakwa dengan pembunuhan berat dan beberapa kejahatan lain. Ia belum mengajukan pembelaan, dan jaksa menuntut hukuman mati.