Tito Siapkan Integrasi Sistem Kemendagri ke Satu Data Indonesia

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan dukungan penuh Kementerian Dalam Negeri terhadap pembentukan sistem Satu Data Indonesia yang tengah dibahas dalam RUU tentang Satu Data Indonesia.
Ia menjelaskan, sebagai pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Kemendagri telah mengembangkan berbagai sistem informasi digital untuk mendukung pengelolaan data dan pelayanan publik.
>>> Eks Timnas Prancis Wanti-wanti Les Bleus Jelang Lawan Maroko
Salah satu sistem yang dimiliki adalah Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang dikelola Ditjen Dukcapil.
Tito memastikan data kependudukan dalam SIAK terus diperbarui secara dinamis seiring peristiwa kependudukan yang terjadi setiap hari.
"Data yang bergerak dinamis setiap hari, ada yang lahir, ada yang wafat, ada yang pindah, ada yang berganti pekerjaan, kemudian juga ada yang menikah, ada yang cerai dan lain-lain itu otomatis di-input tiap hari," ujar Tito dalam Raker dengan Badan Legislasi DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7).
Selain SIAK, Kemendagri juga mengembangkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), serta sistem Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel).
Berbagai sistem tersebut dinilai penting untuk mendukung penyusunan kebijakan berbasis data hingga tingkat desa.
>>> GTA 6 Terancam Denda Rp500 Miliar di Australia Jika Tak Patuhi Aturan Verifikasi Usia
Mendagri menyampaikan bahwa integrasi data lintas kementerian dan lembaga selama ini telah berjalan melalui kerja sama.
Karena itu, Kemendagri siap mengintegrasikan seluruh sistem yang dimilikinya ke dalam platform Satu Data Indonesia yang akan dikembangkan pemerintah.
"Prinsip posisi dari Kementerian Dalam Negeri yang sudah berjalan baik mengintegrasikan sistem-sistem yang ada agar tidak terjadi sektoral dan tidak overlapping atau ada ruang kosong, maka kami siap untuk mengintegrasikan secara resmi," ujarnya.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur teknologi informasi dalam implementasi Satu Data Indonesia.
Menurutnya, kapasitas penyimpanan, bandwidth, dan keamanan siber harus diperkuat agar sistem berjalan optimal sekaligus melindungi data pribadi masyarakat.
"Kalau pengelolaan data tidak mampu untuk dijaga dan kemudian itu jatuh ke tangan publik atau data yang bersifat tidak bisa di-share tapi kemudian bisa dijebol, itu mengandung risiko hukum," jelas Tito.
Update Terbaru
Tiga Pekerja Konstruksi Tewas Akibat Gas Beracun di Jakarta
Jumat / 10-07-2026, 00:09 WIB
Jam Tangan Action Hero yang Bisa Dibeli di Amazon Sekarang
Jumat / 10-07-2026, 00:09 WIB
Dodgers Kembali ke Gedung Putih Rayakan Gelar Juara World Series Bersama Trump
Jumat / 10-07-2026, 00:08 WIB
Cara Menjalankan Program Sebagai SYSTEM di Windows, Hak Akses Tertinggi
Jumat / 10-07-2026, 00:08 WIB
Jennifer Lopez Curi Perhatian dengan Atasan Terbuka di Paris Fashion Week
Jumat / 10-07-2026, 00:08 WIB
Turki Beri Para Pemimpin NATO Revolver Berisi Peluru Tajam, Belgia Kaget
Jumat / 10-07-2026, 00:07 WIB
Penyiar Spurs Dipecat Usai Skandal Selingkuh dengan Saudari Pemain
Jumat / 10-07-2026, 00:07 WIB
Produser Taylor Swift Hapus Undangan Nikah, Istri Marah Besar
Jumat / 10-07-2026, 00:07 WIB
Didier Deschamps Belum Puas Meski Prancis Cetak 14 Gol, Minta Les Bleus Lebih Kejam Lawan Maroko
Jumat / 10-07-2026, 00:07 WIB
Suksesor Cristiano Ronaldo Merapat ke London, Geovany Quenda Resmi Diboyong Chelsea
Jumat / 10-07-2026, 00:07 WIB
Ruben Amorim Ungkap Penyesalan di Manchester United, Kini Fokus ke AC Milan
Jumat / 10-07-2026, 00:07 WIB
Legenda Prancis: Permainan Brasil di Piala Dunia 2026 Bikin Muntah
Jumat / 10-07-2026, 00:05 WIB
Pratama Arhan Pilih Persija, Mantan CEO PSIS Kecewa Ungkit Perjanjian Tertulis
Jumat / 10-07-2026, 00:04 WIB
Erick Thohir: FIFA Belum Pastikan Indonesia Tuan Rumah ASEAN Cup 2026
Jumat / 10-07-2026, 00:04 WIB







