Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa penataan ruang yang baik menjadi kunci pengembangan potensi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), termasuk potensi ekonomi.

Menurut Bima, pengelolaan ruang yang terencana dan terkoordinasi akan mendukung pembangunan yang optimal dan berkelanjutan sekaligus memitigasi konflik lahan.

>>> Kontras Nasib Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026

Pernyataan itu disampaikan Bima saat menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Graha Kepri, Batam, Rabu (8/7).

"Tentu tata ruangnya harus kita pastikan bisa terkendali, dan kita garap bersama-sama menjadi sumber pendapatan daerah," ujar Bima.

Bima menjelaskan bahwa Kepri terdiri atas sebagian besar perairan dengan wilayah daratan yang terbatas.

Meski demikian, provinsi ini memiliki potensi besar di sektor manufaktur, perdagangan, kemaritiman, sumber daya alam, dan pariwisata berbasis sejarah.

Ia menekankan pentingnya memastikan pemanfaatan ruang daratan yang terbatas dapat dilakukan secara optimal.

Bima merinci empat tantangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah di Kepri: degradasi lingkungan, kerentanan terhadap bencana, konflik tata ruang, dan tingginya arus masuk penduduk, khususnya di Batam.

Kemendagri bersama Komisi II DPR RI akan memastikan regulasi daerah selaras dengan potensi dan tantangan yang dimiliki Kepri.

"Ini kita cermati betul.

Karena itu, Kemendagri dalam hal ini Pak Ketua [Komisi II DPR], memastikan bahwa seluruh Perda-Perda terkait dengan perencanaan APBD, ini menimbang faktor potensi dan tantangan-tantangan tadi.

>>> Subnautica 2 Update 1.1: Pemain Bisa Melawan Ikan, Tapi Tidak Membunuh

Regulasi-regulasi ada, kami pastikan juga sinkron dengan tadi," ujarnya.

Selain potensi ekonomi, Kepri juga memiliki nilai historis dan budaya yang menjadi pembeda.