Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan memberikan hadiah perpisahan berupa revolver custom kepada setiap pemimpin dunia yang menghadiri KTT NATO dua hari di Ankara.

Revolver tersebut diukir dengan nama masing-masing penerima dan merupakan karya seni yang memukau. Namun, beberapa kepala negara tidak menyadari bahwa senjata itu sudah berisi peluru tajam.

>>> Penyiar Spurs Dipecat Usai Skandal Selingkuh dengan Saudari Pemain

Perdana Menteri Belgia Bart De Wever terkejut saat mengetahui bahwa hadiah yang dibawanya pulang ke Brussel pada Rabu (8/7) ternyata berisi enam butir amunisi hidup.

De Wever tidak membuka hadiah tersebut sebelum terbang pulang. Setelah mendarat, ia menyerahkan revolver emas itu kepada polisi bandara.

>>> Produser Taylor Swift Hapus Undangan Nikah, Istri Marah Besar

Otoritas Belgia masih memutuskan apa yang akan dilakukan dengan senjata vintage tersebut.

Tidak semua pemimpin dunia melakukan kesalahan serupa. Inggris, Belanda, dan Swedia memilih meninggalkan revolver itu di Turki.

>>> Didier Deschamps Belum Puas Meski Prancis Cetak 14 Gol, Minta Les Bleus Lebih Kejam Lawan Maroko

Sementara itu, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memajang hadiahnya di Roma.