Sebuah game aksi RPG baru di Steam, Bahast, memicu perdebatan sengit setelah pengembangnya menyatakan bahwa penggunaan generative AI (gen AI) sangat penting untuk mempercepat pengembangan.

Dalam pengungkapan AI di Steam, pengembang solo Bahast menulis bahwa sebagai pengembang tunggal, hampir mustahil merilis game dalam waktu yang berarti tanpa memanfaatkan AI sebagai alat.

>>> Kakao Ent. Luncurkan Sekuel Tomb Raider King di Webtoon dan Web Novel

Ia juga menyatakan akan mengurangi penggunaan AI jika game sudah stabil secara finansial berkat dukungan pemain.

Pernyataan itu langsung mendapat reaksi keras dari sesama developer.

Aura Triolo, pengembang dan animator game, menyebut klaim tersebut sebagai 'permohonan putus asa' yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

David Lindsey Pittman dari Minor Key Games menegaskan bahwa alasan 'solo developer' tidak berlaku bagi pengembang kecil lain yang berhasil membuat game tanpa mencuri karya seni melalui AI.

Alexandre Stroukoff dari Alblune menambahkan, 'Belajar skala dan berhenti menjadi cengeng.'

Seorang pengembang solo dengan nama Mtgames berkata, 'Saya benar-benar menganggur dan saya masih membuat semua aset saya dengan tangan.

Kenapa? Karena itu MENYENANGKAN.'

>>> Pengaruh Fire Emblem Sangat Kental dalam Brigandine Abyss

Ryan Nurse dari Altrix Studios juga menolak alasan kekurangan dana.

Ia mengaku tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk mengembangkan game Prism Indigo dan Prism Warriors, kecuali biaya penerbitan Steam dan pembelian TIC-80 Pro sebesar $5 pada 2019.

Ia menyebut alasan 'tidak punya uang' sebagai omong kosong untuk membenarkan penggunaan gen AI dalam game.

Perdebatan ini mencerminkan ketegangan yang lebih luas di industri game.

GamesRadar+ sebelumnya mewawancarai lebih dari 30 developer dan mendengar banyak argumen menentang gen AI, meskipun ada klaim efisiensi.

Sementara itu, survei terbaru menemukan bahwa relatif sedikit pengguna Steam yang keberatan dengan AI dalam game, meskipun penggunaannya tetap berpotensi mengurangi penjualan.

>>> Tadej Pogacar Kukuhkan Dominasi dengan Kemenangan di Stage Enam Tour de France 2026

Sony sendiri menyebut AI sebagai 'menarik' dan 'teknologi fundamental penting' untuk strategi mereka, khususnya untuk aset sintetis.