Paige Shiver, mantan kekasih Sherrone Moore, resmi menggugat University of Michigan. Ia menuntut sekolah menyerahkan catatan terkait investigasi yang berujung pada pemecatan Moore sebagai pelatih kepala.

Gugatan diajukan pada Rabu (8/7/2026) waktu setempat.

>>> Migrasi ke Obsidian di Android: Kepemilikan File Jadi Alasan Utama

Shiver mengaku telah berulang kali meminta dokumen hubungannya dengan Moore saat ia menjadi asistennya, namun universitas terus menolak.

Shiver menyebut penolakan itu melanggar Michigan Freedom of Information Act. Ia kini meminta perintah pengadilan untuk mendapatkan akses ke dokumen tersebut.

Dalam gugatan, Shiver mengatakan pada Februari 2026 ia meminta semua audio, video, dan transkrip wawancara dengan dirinya, ayahnya, dan Moore.

Universitas menolak dengan alasan investigasi masih berlangsung.

Ia juga mengajukan permintaan lain bulan lalu, tetapi sekolah menganggapnya terlalu luas dan tidak jelas.

Shiver juga meminta email antara Moore dan direktur atletik Michigan, Warde Manuel, yang mengandung kata 'affair', 'discipline', 'abortion', 'pregnancy', dan 'baby'.

>>> SSD Portabel 1TB Verbatim Turun Harga Jadi $180, Solusi Backup Andal

Sekolah menyatakan itu informasi yang dikecualikan.

Sebelumnya, Shiver mengaku Moore menghamilinya dan ia melakukan aborsi karena alasan medis.

Ia juga meminta email ke firma hukum yang disewa sekolah, Jenner & Block, serta rekaman pertemuan, namun tidak berhasil.

Dalam dokumen gugatan, Shiver juga mengklaim mengalami diskriminasi berdasarkan jenis kelamin dan lingkungan kerja yang tidak bersahabat.

Moore dipecat dari jabatan pelatih kepala pada Desember 2025. Beberapa jam kemudian, ia ditangkap setelah Shiver melaporkan ia mengancam akan menyakiti diri sendiri di apartemennya.

>>> Polisi Selamatkan Wanita yang Hendak Lompat dari Brooklyn Bridge

Moore akhirnya dijatuhi hukuman 18 bulan masa percobaan setelah mengaku tidak keberatan atas dua tuduhan: penyalahgunaan perangkat telekomunikasi dalam hubungan domestik dan trespassing.