Bek timnas Inggris, Jarell Quansah, resmi dihukum larangan bermain dua pertandingan di Piala Dunia 2026.

Hukuman ini buntut kartu merah yang ia terima saat melawan Meksiko pada babak 16 besar.

>>> Prancis vs Maroko: Susunan Pemain Perempat Final Piala Dunia 2026

Akibat larangan tersebut, Quansah dipastikan absen saat Inggris berhadapan dengan Norwegia di perempat final, Minggu (12/7). Ia juga tidak bisa tampil jika Inggris lolos ke semifinal.

Insiden kartu merah terjadi pada menit ke-54 saat Quansah melakukan tekel sembrono kepada Jesus Gallardo.

Dalam tayangan ulang VAR, terlihat sepatu Quansah terangkat terlalu tinggi dan mengenai kaki pemain Meksiko itu.

Menurut laporan Sky Sports, Quansah dinyatakan melanggar pasal 14 kode etik FIFA. Pasal tersebut mengatur larangan dua pertandingan untuk pelanggaran serius, dan Inggris tidak bisa mengajukan banding.

>>> Film Live-Action In the Clear Moonlit Dusk Rilis Trailer dan Tema Lagu, Tayang 23 Oktober

Hukuman ini membuat pelatih Thomas Tuchel pusing menjelang laga melawan Norwegia. Pasalnya, Inggris memiliki pilihan terbatas di posisi bek kanan.

Sebelumnya, Reece James yang berposisi asli sebagai bek kanan masih cedera hamstring. Saat ini Inggris hanya memiliki opsi Djed Spence untuk posisi tersebut.

Menurut Guardian, Ezri Konsa sebenarnya bisa dimainkan di bek kanan. Namun, Tuchel enggan melakukannya karena tidak ingin mengganggu kerja sama Konsa dengan Marc Guehi di bek tengah.

>>> Manga Go! Go! Loser Ranger! Hiatus Lagi, Negi Haruba Fokus Kesehatan

Hukuman Quansah mengingatkan publik pada kartu merah kontroversial yang menimpa striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Saat itu, hukuman Balogun dicabut setelah banding, berbeda dengan kasus Quansah.