Hong Myung-bo akhirnya buka suara setelah dua pekan bungkam pasca kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026.

Pelatih berusia 56 tahun itu mengungkapkan alasan di balik kepergiannya dari negaranya.

>>> Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Penentu di Perempat Final Piala Dunia 2026

Ia mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah timnya tersingkir di fase grup. Hasil buruk itu memicu kritik tajam dari publik dan tekanan dari kalangan pemerintah.

Dalam pernyataan resminya, Hong menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Korea Selatan. “Saya dengan tulus meminta maaf kepada seluruh warga yang telah mendukung sepak bola Korea.

Saya gagal memenuhi harapan bangsa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut. “Sebagai pelatih, saya menerima tanggung jawab ini dengan sangat serius,” tambahnya.

>>> Trump Ganti Pesawat Mendadak Saat AS-Iran Kembali Memanas

Ancaman terhadap Keluarga

Hong menjelaskan bahwa ia sengaja tidak memberikan komentar selama dua pekan. Menurutnya, hasil buruk tim adalah beban yang harus ia tanggung sendiri sebagai pelatih kepala.

Namun, keheningan tersebut justru memicu spekulasi liar. Ia menyebut banyak informasi tidak benar dan rumor yang berkembang tanpa dasar.

Kontroversi semakin membesar ketika Hong diketahui meninggalkan Korea Selatan menuju Amerika Serikat. Keputusan itu menuai kritik dan dianggap sebagai upaya menghindari tekanan publik.

>>> Mbappe Pecahkan Rekor Pemain Termuda dengan 20 Penampilan di Piala Dunia

Hong membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan kepergiannya semata-mata demi alasan keamanan, karena keluarganya mendapat ancaman pembunuhan yang serius.