FIFA akhirnya merespons kontroversi yang muncul setelah pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Argentina.

Federasi sepak bola dunia itu menegaskan bahwa tidak seorang pun berhak mempertanyakan integritas perangkat pertandingan tanpa dasar yang jelas.

>>> TNI Bantah Kerahkan Prajurit Berseragam Loreng ke Polda Metro Jaya

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, secara terbuka membela wasit yang menjadi sasaran kritik dari kubu Mesir. Tim Pharaoh menuduh wasit "merekayasa" hasil pertandingan.

Collina memberikan peringatan keras mengenai pentingnya menjaga kepercayaan terhadap perangkat pertandingan Piala Dunia. Ia menegaskan kritik terhadap keputusan wasit merupakan hal yang lumrah asal disertai bukti.

"Tidak ada seorang pun yang berhak meragukan integritas wasit di Piala Dunia.

Ketika hal itu terjadi, hal itu dapat memicu reaksi yang berujung pada ancaman terhadap wasit dan anggota keluarga mereka, dan ini tidak dapat diterima," katanya, dikutip Jumat (10/7).

Ia juga memastikan lembaganya bekerja secara independen tanpa intervensi dari pihak mana pun, termasuk dari Presiden FIFA Gianni Infantino.

"Tidak ada seorang pun yang dapat mengklaim bahwa kami terpengaruh oleh pihak mana pun, bahkan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino," tegasnya.

Collina menegaskan bahwa seluruh wasit yang bertugas di Piala Dunia menjalankan tugasnya secara profesional dan beritikad baik.

>>> Dokter Tifa Sebut Kasus Ijazah Jokowi Sudah Masuk Ranah Internasional

Kontroversi Laga Mesir vs Argentina

Kontroversi bermula ketika Mesir kalah 2-3 dari Argentina. Mereka sempat unggul dua gol hingga menit ke-76 sebelum tim lawan membalikkan keadaan pada menit-menit akhir pertandingan.

Sejumlah keputusan wasit memicu protes dari pemain dan staf pelatih Mesir.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembatalan gol Mesir karena dianggap terjadi pelanggaran pada awal proses serangan, serta tidak diberikannya tendangan penalti kepada Mohamed Salah.

Pelatih Mesir Hossam Hassan mempertanyakan keadilan pertandingan. Ia melontarkan dugaan bahwa faktor komersial menjadi alasan kemenangan Argentina.

"Mungkin faktor pemasaranlah yang menjadi penyebabnya; mereka tidak ingin pemain bintang tersingkir, mereka ingin sang juara dunia tetap bertahan di Piala Dunia," katanya.

Pemain Mesir Mustafa Zico menyebut turnamen telah dimanipulasi untuk menguntungkan Argentina.

>>> Dokter Tifa Keberatan Dakwaan, Sebut Jokowi Tak Punya Ijazah Digital

Federasi Sepak Bola Mesir juga mengajukan protes resmi kepada FIFA dan meminta agar wasit pada pertandingan itu dijatuhi sanksi.