Pejabat daerah setempat menggelar aksi protes pada 8 Juli 2026 menentang penutupan unit gawat darurat (UGD) Sainte-Foy-la-Grande yang dijadwalkan berlangsung dari 20 Juli hingga 30 September.

Penutupan ini disebabkan oleh kekurangan staf medis yang parah, menyusul pengurangan 40 persen tenaga dokter UGD di fasilitas gabungan Libourne dan Sainte-Foy-la-Grande.

>>> Sidang Pengadilan untuk Penyelesaian Daging Sapi Senilai 8 Juta Dolar

Pengurangan tersebut terjadi setelah dua dokter meninggalkan pos mereka dan jam kerja dikurangi karena kondisi kerja yang berat.

Krisis kesehatan regional ini bertepatan dengan lonjakan pasien musim panas yang ekstrem di berbagai jaringan medis internasional.

Para pemimpin masyarakat menolak klasifikasi Badan Kesehatan Daerah (ARS) yang menyebut penutupan ini sebagai penyesuaian musiman.

Mereka memperingatkan bahwa pengalihan pasien ke fasilitas alternatif di Bergerac atau Libourne akan menambah waktu tempuh hingga 30 hingga 45 menit.

Tristan Plat, wakil presiden yang membidangi CIAS dan kesehatan, mengkritik alasan administratif di balik keputusan tersebut dalam sidang multi-munisipal.

"Mereka menyebutnya 'regulasi' selama periode musim panas, tetapi tanpa dokter UGD di tempat, ini sama dengan penutupan sementara," ujar Plat.

Plat menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap keselamatan pasien selama puncak musim panas, ketika populasi regional melonjak dan gelombang panas ekstrem membahayakan kelompok rentan.

>>> Event Musim Panas 'Grow a Garden' di Roblox: Raih Hadiah Eksklusif

"Penutupan ini terjadi pada waktu terburuk dalam setahun," tambahnya.

UGD Sainte-Foy-la-Grande rata-rata menangani 28 pasien per hari, dengan lebih dari sepertiga pasien berusia di atas 65 tahun.

Christelle Guionie, wali kota Sainte-Foy-la-Grande, menegaskan bahwa penutupan ini bukan disebabkan oleh masalah keuangan.

"Situasi anggaran baik, layanan berjalan penuh, dan para dokter berkomitmen pada rumah sakit ini," kata Guionie.

Perwakilan daerah telah mengirimkan surat bersama kepada Menteri Kesehatan Stéphanie Rist dan Direktur Jenderal ARS Nouvelle-Aquitaine Benoît Elleboode.

Mereka menuntut operasi 24 jam terus-menerus dan strategi jangka panjang untuk menstabilkan jumlah staf medis.

>>> Minecraft Marketplace Pass Juli 2026 Hadirkan Konten Backrooms dan Space Oneblock

"Kami telah menjadi motor penggerak untuk pengobatan umum, dan kami juga akan melakukannya untuk UGD," ujar Guionie.