Brigandine Abyss, game strategi taktis terbaru dari Happinet, menunjukkan pengaruh besar dari seri Fire Emblem. Hal ini tidak mengherankan mengingat sejumlah veteran Fire Emblem terlibat dalam pengembangannya.

Masayuki Horikawa, direktur Fire Emblem: Path of Radiance, dan komposer Rei Kondoh yang juga mengerjakan Okami dan beberapa game Fire Emblem, menjadi daya tarik utama.

Beberapa veteran Fire Emblem lainnya juga ikut serta, membuat Brigandine Abyss terasa seperti game Fire Emblem yang tidak dibuat oleh Intelligent Systems.

Kesamaan dengan Fire Emblem

Kedua franchise sama-sama bergenre tactical RPG berbasis grid dengan latar konflik antar kerajaan. Brigandine Abyss mengadopsi estetika anime, protagonis berambut biru, dan senjata besar yang khas Fire Emblem.

Monster yang bertarung bersama pemain mirip dengan laguz di Path of Radiance. Bahkan naga yang dikendalikan kekuatan jahat mengingatkan pada karakter Rajaion.

Dalam pertempuran yang diperlihatkan, medan pertempuran menggunakan grid heksagonal dengan latar kota pegunungan yang mengingatkan pada Chapter 11 Path of Radiance.

Gridnya pun bersinar biru seperti di game Fire Emblem.

Fitur Khas Brigandine

Meski kental nuansa Fire Emblem, Brigandine Abyss tetap mempertahankan elemen khas seri Brigandine. Pemain dapat memilih salah satu dari enam bangsa, masing-masing dengan protagonis dan cerita unik.

Sebelum bertempur, ada fase organisasi untuk membeli dan menjual senjata, mempromosikan unit dan monster, serta mengembangkan markas.

Setiap unit memiliki statistik dan keterampilan yang lebih kompleks dibanding Path of Radiance.

Gameplay terbagi dalam dua mode: Story dan Mission.

Mode Mission merupakan fitur baru dengan 24 bangsa dan misi unik, namun belum tersedia di demo Steam saat ini.