Kecerdasan buatan (AI) terus mengubah industri pengembangan game. Namun, survei terbaru dari GameDiscoverCo mengungkap bahwa pemain Steam masih terbelah dalam menyikapi teknologi ini.

Banyak pemain merasa nyaman jika AI digunakan sebagai alat bantu di balik layar.

>>> Rendering Galaxy Z Fold 8 Ultra Bocor, Lengkapi Lineup Unpacked Samsung

Namun, sebagian besar tetap waspada terhadap konten kreatif yang sepenuhnya dihasilkan AI, seperti seni, dialog, dan aset lainnya.

Temuan ini berasal dari Steam Fan Snapshot terbaru GameDiscoverCo. Survei dilakukan terhadap hampir 4.000 pengguna inti Steam antara 25 Juni hingga 2 Juli 2026.

Meskipun responden adalah pemain PC yang sangat aktif, bukan seluruh audiens Steam, hasilnya memberikan gambaran bagaimana gamer setia memandang AI dalam pengembangan game modern.

Pemain Terbuka pada Beberapa Penggunaan AI, tapi Tidak Semua

Salah satu temuan terbesar survei adalah opini yang masih campur aduk terkait game yang mengungkapkan penggunaan AI di halaman toko Steam.

Sekitar 43% responden mengatakan tidak masalah membeli game yang menyertakan pengungkapan AI. Sementara 26% bersikap netral.

Namun, sekitar 31% memandang negatif penggunaan AI. Delapan persen di antaranya menyatakan akan menolak membeli game yang menampilkan konten AI.

Temuan ini menunjukkan bahwa AI masih menjadi pertimbangan pembelian bagi sebagian besar audiens Steam.

Survei juga menemukan bahwa pemain aktif membaca pemberitahuan AI dari Steam. Sekitar 44% membacanya dengan saksama, sementara 45% setidaknya meliriknya sebelum memutuskan pembelian.

Di luar AI itu sendiri, pemain juga meragukan transparansi pengembang.

Hanya 17% responden percaya bahwa pengembang sepenuhnya mengungkapkan semua konten audiovisual buatan AI yang digunakan dalam game mereka.