PT Indointernet Tbk (Indonet) mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran dengan menyiapkan belanja modal (capex) mencapai US$4,5 miliar.

Investasi tersebut dialokasikan untuk pembangunan CGK Campus, sebuah kompleks data center di Indonesia yang dikembangkan oleh Digital Edge Indonesia.

>>> Lelang Frekuensi Masuk Tahap Penentuan Blok, Komdigi Kejar Cakupan 5G 80% pada 2030

Indonet merupakan bagian dari grup Digital Edge, platform data center di Asia Pasifik.

Data Center AI-Ready di Jawa Barat

Direktur Sales & Marketing Indonet, Yudie Haryanto, mengatakan perusahaan sedang membangun satu data center AI-ready yang berlokasi di Jawa Barat.

Data center tersebut disebut CGK Campus dan dirancang untuk mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (AI) serta hyperscale.

Yudie menjelaskan bahwa Indonesia mulai dilirik sebagai pusat data center AI-ready dan hyperscale ready dalam dua bulan terakhir.

Pemilihan lokasi di kawasan industri GIIC, Delta Mas, Bekasi didasari oleh keterbatasan lahan di pusat kota.

“Membangun data center di pusat kota itu sulit karena keterbatasan lahan.

>>> Industri Agro Indonesia Bidik Peluang Ekspor dan Investasi di INNOPROM 2026

Strategi kami adalah berkolaborasi dengan kawasan industri,” ujar Yudie dalam media briefing di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Sejak 2024, Indonet membangun sistem kabel bawah tanah baru untuk menghubungkan kawasan industri di area barat hingga pusat trafik di Jakarta.

Kapasitas 500 MW dan Investasi Bertahap

CEO Indonet, Donauly Situmorang, mengungkapkan CGK Campus akan memiliki kapasitas total mencapai 500 Megawatt (MW).

“Kami sudah mengamankan lahan dengan total kapasitas mencapai 500 Megawatt,” ungkapnya.

Dona menjelaskan bahwa dana sebesar US$4,5 miliar tidak akan digelontorkan sekaligus, melainkan secara bertahap hingga 2028 atau semester pertama 2029.

>>> Sebastian Gunawan Signature 2026: Kebebasan dalam Balutan Jazz & Jasper

“Tidak sekaligus tahun ini, tapi bertahap sampai 2028 atau semester pertama 2029 tergantung permintaan pelanggan. Kami harus menjaga ritme agar tidak terlalu dini tapi juga tidak terlambat,” ujarnya.