Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi kompleks Candi Prambanan yang berusia hampir 1.000 tahun pada Rabu, 8 Juli 2026, didampingi Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Modi juga memanjatkan doa di candi bersejarah yang didedikasikan untuk Trimurti Hindu—Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma.

>>> Mantan Wasit Final Piala Dunia 2022 Kritik Keputusan VAR Anulir Gol Mesir

Dalam perjalanan menuju Candi Prambanan dari Yogyakarta, Modi mengunggah foto udara spektakuler dari helikopternya di media sosial X dengan tulisan, "Candi Prambanan yang megah!"

Kunjungan ini menjadi latar peluncuran resmi inisiatif konservasi dan restorasi yang didukung India di situs warisan dunia UNESCO tersebut, menandai tonggak penting diplomasi budaya New Delhi di bawah kebijakan Act East.

Dasar kemitraan warisan budaya ini telah disepakati pada Selasa setelah diskusi bilateral ekstensif antara Modi dan Prabowo.

Kedua pemimpin bertukar Letter of Intent untuk proyek pelestarian sambil menegaskan komitmen memperdalam Kemitraan Strategis Komprehensif India-Indonesia.

Candi Prambanan: Situs Hindu Terbesar di Indonesia

Terletak di Pulau Jawa, kompleks Candi Prambanan merupakan situs candi Hindu terbesar di Indonesia dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Angkor Wat di Kamboja.

Luasnya mencapai hampir 40 hektare, dengan kompleks asli terdiri dari sekitar 240 candi.

Kini menjadi salah satu landmark budaya paling penting di Indonesia dan bukti hubungan kuno dengan anak benua India.

Keajaiban arsitektur ini dibangun pada abad ke-9 Masehi di bawah Kerajaan Mataram Hindu.

Catatan sejarah menyebut pembangunan dimulai oleh Raja Rakai Pikatan dan diselesaikan oleh penerusnya, Lokapala, sebagai wujud pengabdian kerajaan terhadap Hinduisme Shaivite.

Di pusat kompleks terdapat tiga bangunan menjulang yang didedikasikan untuk Trimurti Hindu: Siwa, Wisnu, dan Brahma.