>>> Kylian Mbappe Dijuluki 'Mobut' di Timnas Prancis, Ini Artinya

Candi Siwa setinggi sekitar 47 meter mendominasi lanskap, menampilkan desain arsitektur Hindu klasik dengan puncak menjulang, tata letak simetris, dan gerbang berornamen.

Dinding luar candi menampilkan relief detail yang menggambarkan kisah Ramayana dan epos Hindu lainnya.

Ukiran ini mencerminkan pertukaran agama dan budaya yang melintasi Asia Tenggara berabad-abad lalu melalui jalur perdagangan maritim, jaringan cendekiawan, dan rute komersial kuno.

Kompleks ini akhirnya ditinggalkan pada abad ke-10, yang oleh para sejarawan dikaitkan dengan perubahan politik di Jawa dan letusan gunung berapi dahsyat dari Gunung Merapi.

Aktivitas seismik kemudian merusak sebagian besar struktur.

Upaya penyelamatan awal dimulai di bawah pengawasan kolonial Belanda pada abad ke-19, diikuti rekonstruksi arkeologi sistematis antara 1913 dan 1953 yang membangkitkan kembali kuil-kuil utama.

UNESCO menetapkan Candi Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1991.

Situs ini kini menjadi salah satu destinasi budaya utama Indonesia, menawarkan jendela ke sejarah agama yang beragam di Nusantara.

Memperkuat Hubungan Peradaban

Pakta pelestarian baru ini menyoroti ikatan peradaban yang langgeng antara New Delhi dan Jakarta.

>>> Harga Minyak Melonjak Usai Trump Nyatakan Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir

Dengan menghadirkan keahlian khusus untuk menjaga salah satu monumen Hindu terpenting di Asia, inisiatif bersama ini menghidupkan kembali hubungan sejarah kuno sambil memperluas kerja sama strategis, ekonomi, dan antarmasyarakat modern antara kedua negara.