Sebuah startup nuklir asal Amerika Serikat, Deep Fission, mengusulkan pendekatan radikal untuk pembangkit listrik tenaga nuklir: menempatkan reaktor bertekanan kecil sekitar satu mil (1,6 km) di bawah permukaan tanah.

Alih-alih membangun kubah beton raksasa di atas tanah, perusahaan ini memanfaatkan tekanan dari kolom air setinggi satu mil dan massa batuan di sekitarnya untuk menciptakan kondisi operasi yang aman.

>>> Emosi Pemain Dead by Daylight Ternyata Jadi Makanan The Entity

Reaktor di Dalam Lubang Bor

Reaktor yang disebut Gravity Nuclear Reactor ini dirancang sebagai reaktor air bertekanan (PWR) modular berukuran kecil.

Menurut dokumen Komisi Regulasi Nuklir AS (NRC), reaktor akan dipasang di lubang bor dengan diameter minimal sekitar 30 inci.

Ukuran itu kira-kira selebar peralatan rumah tangga besar. Deep Fission menyatakan bahwa lingkungan bawah tanah dapat mengurangi kebutuhan akan bangunan penahan di atas permukaan.

Mengapa Tekanan Penting

Reaktor air bertekanan konvensional memerlukan tekanan sangat tinggi agar air dapat membawa panas tanpa mendidih di tempat yang salah.

Trik Deep Fission adalah memanfaatkan gravitasi.

Pada kedalaman sekitar satu mil, kolom air di atas reaktor memberikan tekanan sekitar 160 atmosfer, mendekati tekanan yang dibutuhkan reaktor PWR biasa.

Perusahaan menyebut miliaran ton batuan akan menjadi perisai pasif dan penahan alami.

Meski terdengar sederhana, tantangan tekniknya sangat kompleks.

Kapasitas Listrik yang Dihasilkan

Menurut halaman proyek NRC, setiap reaktor Deep Fission menghasilkan 45 megawatt energi termal, yang dapat menghasilkan hingga 15 megawatt listrik di permukaan.

Namun, dalam dokumen SEC, perusahaan menyebut target awal sekitar 8 megawatt listrik, dengan konfigurasi masa depan hingga 15 megawatt.