Startup AS Ingin Tempatkan Reaktor Nuklir di Lubang Sedalam 1,6 Km
Sebuah startup nuklir asal Amerika Serikat, Deep Fission, mengusulkan pendekatan radikal untuk pembangkit listrik tenaga nuklir: menempatkan reaktor bertekanan kecil sekitar satu mil (1,6 km) di bawah permukaan tanah.
Alih-alih membangun kubah beton raksasa di atas tanah, perusahaan ini memanfaatkan tekanan dari kolom air setinggi satu mil dan massa batuan di sekitarnya untuk menciptakan kondisi operasi yang aman.
>>> Emosi Pemain Dead by Daylight Ternyata Jadi Makanan The Entity
Reaktor di Dalam Lubang Bor
Reaktor yang disebut Gravity Nuclear Reactor ini dirancang sebagai reaktor air bertekanan (PWR) modular berukuran kecil.
Menurut dokumen Komisi Regulasi Nuklir AS (NRC), reaktor akan dipasang di lubang bor dengan diameter minimal sekitar 30 inci.
Ukuran itu kira-kira selebar peralatan rumah tangga besar. Deep Fission menyatakan bahwa lingkungan bawah tanah dapat mengurangi kebutuhan akan bangunan penahan di atas permukaan.
Mengapa Tekanan Penting
Reaktor air bertekanan konvensional memerlukan tekanan sangat tinggi agar air dapat membawa panas tanpa mendidih di tempat yang salah.
Trik Deep Fission adalah memanfaatkan gravitasi.
Pada kedalaman sekitar satu mil, kolom air di atas reaktor memberikan tekanan sekitar 160 atmosfer, mendekati tekanan yang dibutuhkan reaktor PWR biasa.
Perusahaan menyebut miliaran ton batuan akan menjadi perisai pasif dan penahan alami.
Meski terdengar sederhana, tantangan tekniknya sangat kompleks.
Kapasitas Listrik yang Dihasilkan
Menurut halaman proyek NRC, setiap reaktor Deep Fission menghasilkan 45 megawatt energi termal, yang dapat menghasilkan hingga 15 megawatt listrik di permukaan.
Namun, dalam dokumen SEC, perusahaan menyebut target awal sekitar 8 megawatt listrik, dengan konfigurasi masa depan hingga 15 megawatt.
Update Terbaru
Messi Bawa Argentina Comeback Dramatis ke Perempat Final Piala Dunia
Rabu / 08-07-2026, 22:43 WIB
Marta Kostyuk Menangkan Set Pertama Lawan Jasmine Paolini di Perempatfinal Wimbledon
Rabu / 08-07-2026, 22:43 WIB
Trump Sebut Iran sebagai 'Republik Islam Jepang' dalam Konferensi Pers
Rabu / 08-07-2026, 22:42 WIB
Saham Palantir Turun 37,5% Meski Pendapatan Kuartal I 2026 Tumbuh 85%
Rabu / 08-07-2026, 22:42 WIB
Ubisoft Rilis Assassin's Creed Black Flag Resynced dengan Visual dan Mekanik Baru
Rabu / 08-07-2026, 22:42 WIB
Wanita Tertidur di Belakang Kemudi Tesla saat Melaju di Jalan Tol, Polisi Selidiki
Rabu / 08-07-2026, 22:23 WIB
Istri Erdogan Tarik Lengan saat Macron Hendak Cium Tangan
Rabu / 08-07-2026, 22:23 WIB
Zlatko Dalic Resmi Mundur dari Kursi Pelatih Kroasia
Rabu / 08-07-2026, 22:23 WIB
Park Bo Young dan Son Suk Ku Ditawari Akting Bareng di Film Romantis
Rabu / 08-07-2026, 22:22 WIB
Cara Install 7 Aplikasi Android Gratis Paling Berguna di Tahun 2026 untuk Keamanan
Rabu / 08-07-2026, 22:22 WIB
Tantangan Dance RIIZE 'Do Your Dance' Tembus 100 Juta Views di TikTok
Rabu / 08-07-2026, 22:21 WIB
Satgas Cartenz Tetapkan 7 Tersangka Pembunuhan Pilot AS di Yahukimo
Rabu / 08-07-2026, 22:21 WIB
Pertamina Harap Cisem 2 Jadi Tulang Punggung Penyaluran Gas di Jawa
Rabu / 08-07-2026, 22:21 WIB
InJourney Sambut Kolaborasi Indonesia-India untuk Konservasi Candi Prambanan
Rabu / 08-07-2026, 22:21 WIB







