Satgas Cartenz Tetapkan 7 Tersangka Pembunuhan Pilot AS di Yahukimo
Satgas Operasi Damai Cartenz menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F Goselin, dan pembakaran pesawat PT AMA Air di Bandara Balinggama, Sobaham, Yahukimo, Papua Pegunungan.
Ketujuh tersangka tersebut telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan masih diburu aparat.
>>> Pertamina Harap Cisem 2 Jadi Tulang Punggung Penyaluran Gas di Jawa
Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz Kombes Pol I Gusti Gde Era Adhinata mengumumkan identitas para tersangka, yakni MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP.
"Ketujuh tersangka saat ini telah berstatus DPO dan Satgas Operasi Damai Cartenz terus melakukan pengejaran serta berkoordinasi dengan seluruh jajaran guna segera melakukan penangkapan," ujar Era dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7).
Era menjelaskan bahwa para buronan diduga secara bersama-sama melakukan pembunuhan terhadap pilot serta membakar pesawat sipil yang mengakibatkan terganggunya keselamatan penerbangan.
Dari hasil penyelidikan, kelompok tersebut diperkirakan beranggotakan sekitar 15 orang dengan persenjataan berupa senjata api laras panjang, senjata api pendek, dan senjata api rakitan.
"Penyidik juga masih terus mendalami jaringan, pola pergerakan, dan sumber persenjataan kelompok tersebut," jelas Era.
Barang Bukti dan Olah TKP
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pesawat Pilatus PC-6/B2-H4 Turbo Porter dengan nomor registrasi PK-RCY mengalami kerusakan akibat kebakaran sekitar 90 persen.
Bagian tengah badan pesawat menjadi titik kerusakan paling parah. Saat ditemukan, posisi pesawat masih mengarah ke landasan pacu.
>>> InJourney Sambut Kolaborasi Indonesia-India untuk Konservasi Candi Prambanan
Penyidik menyita sejumlah barang bukti, antara lain pesawat, sisa abu dan arang bekas kebakaran, serpihan bodi pesawat, serpihan kawat ban pesawat, satu butir selongsong peluru kaliber 5,56 mm, serta sampel tanah di sekitar bangkai pesawat untuk pemeriksaan laboratorium forensik.
Update Terbaru
Wabah Parasit Penyebab Diare Eksplosif Meluas di AS, Peneliti Buru Sumbernya
Rabu / 08-07-2026, 23:22 WIB
Zhao Liying Dikabarkan Hamil Anak Kedua, Agensi Bantah
Rabu / 08-07-2026, 23:22 WIB
KARD Umumkan Rencana Bubar, Tutup Perjalanan dengan Tur dan Album Terakhir
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Palworld Tak Naikkan Harga Setelah Update 1.0, Ucapan Terima Kasih ke Pemain
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Action Figure Michael Myers Menyeramkan untuk Edisi Kolektor Halloween: The Game
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Ismael Saibari Berjuang Pulih Tepat Waktu untuk Perempat Final Piala Dunia
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Kekalahan Epik Harry di Pengadilan Melawan Daily Mail
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
IndoBuildTech Expo Part 1 2026 Resmi Dibuka, Tampilkan Inovasi dari 11 Negara
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Menteri Ekraf: Rindekraf Bukti Nyata Dukungan Presiden Prabowo
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Timnas Inggris Krisis Bek Kanan Jelang Hadapi Norwegia
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Backlash Sony Tinggalkan Disc PlayStation, Gamer Protes Keras
Rabu / 08-07-2026, 23:15 WIB
FTISLAND Buktikan Warisan 19 Tahun Rock di Konser Singapura
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
BMW X5 Baru Wajibkan Pembeli Awal Bayar Rp17 Juta untuk Hiasan Batu Slate
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Anak Jadi PSK di Bekasi dan Jakbar
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB







