Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Anak Jadi PSK di Bekasi dan Jakbar
Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya membongkar jaringan perdagangan dan eksploitasi anak di dua lokasi, yakni Cibitung, Kabupaten Bekasi, dan Lokasari, Jakarta Barat.
Pengungkapan ini berawal dari patroli siber dan laporan masyarakat melalui platform digital resmi Polda Metro Jaya yang mengindikasikan praktik perdagangan anak.
>>> Uni Eropa Buka Suara soal Ambisi Trump Caplok Greenland
Direktur PPA-PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo mengatakan, pada Mei lalu pihaknya menerima berbagai informasi dari masyarakat yang menandai akun polisi terkait konten eksploitasi anak.
Setelah melakukan profiling dan penelusuran siber, polisi mendeteksi indikasi kuat perdagangan anak di kawasan lokalisasi "Tenda Biru", Cibitung.
Polisi menyelamatkan delapan anak di bawah umur yang diduga menjadi korban jaringan perdagangan orang tersebut.
"Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan delapan orang korban anak di bawah umur dari empat kafe yang berbeda," kata Rita.
Modus Operandi dan Kerugian
Modus operandi para pelaku adalah merekrut anak-anak di bawah 18 tahun untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK).
Para korban diduga dipaksa menjadi pendamping tamu laki-laki, menemani minum alkohol, karaoke, hingga melayani hubungan badan.
Tarif bervariasi antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per tamu, namun korban rata-rata hanya menerima tip sekitar Rp100 ribu.
Jaringan di Cibitung diduga telah beroperasi selama tiga tahun dan meraup keuntungan hingga Rp1,7 miliar.
"Para tersangka secara sadar mengetahui status korban masih di bawah umur saat direkrut. Mereka menyediakan fasilitas demi keuntungan dari eksploitasi seksual secara terstruktur dan berkelanjutan," ujar Rita.
>>> IOC Cabut Sementara Penangguhan Rusia, Bisa Ikut Olimpiade Lagi?
Pengungkapan di Lokasari
Di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, polisi mengamankan satu anak di bawah umur dan menetapkan seorang wanita berusia 40 tahun berinisial RS sebagai tersangka.
Update Terbaru
Waymo Antar Dua Remaja Mabuk Langsung ke Kantor Polisi
Kamis / 09-07-2026, 00:22 WIB
Blizzard Akui Penghapusan Add-on Raid di WoW Kontroversial, tapi UI Baru Dianggap Sukses
Kamis / 09-07-2026, 00:22 WIB
Bos Grove Street Games Bela GTA Trilogy Remasters: Banyak yang Nikmati
Kamis / 09-07-2026, 00:22 WIB
Video 'Mongolia Arc' Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia Ungkap Tiga Pengisi Suara Baru
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Pengadilan Banding AS Blokir Pemulihan Nama Trump di Kennedy Center
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Margaret Qualley dan Jack Antonoff Dikabarkan Berpisah Setelah Tiga Tahun Menikah
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Studio Pierrot Rilis Animasi Baru Naruto Shippuden untuk Kolaborasi dengan PUBG MOBILE
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Ibrahimovic Puji Messi: Dia Berubah Jadi Binatang Tak Terbendung di Piala Dunia
Kamis / 09-07-2026, 00:18 WIB
Prabowo Terima Kunjungan Eks PM Thailand Thaksin dan Putrinya
Kamis / 09-07-2026, 00:18 WIB
Ibu Hamil dengan Masalah Jantung Tingkatkan Risiko Keterlambatan Perkembangan Anak
Kamis / 09-07-2026, 00:15 WIB
Rekor Gol Haaland vs Bek Inggris: Siapa Paling Tangguh?
Kamis / 09-07-2026, 00:14 WIB
Polisi Temukan Brankas Tersembunyi di Sentul Terkait Kasus Batu Bara
Kamis / 09-07-2026, 00:14 WIB
Polisi Geledah 12 Lokasi dari Cipete hingga Sentul terkait Kasus Batu Bara
Kamis / 09-07-2026, 00:14 WIB
Square Enix Tutup Final Fantasy VII Ever Crisis pada 6 Oktober 2026
Kamis / 09-07-2026, 00:14 WIB







