CEO Grove Street Games, Thomas Williamson, angkat bicara soal kontroversi Grand Theft Auto: The Trilogy - The Definitive Edition yang dirilis pada 2021.

Dalam wawancara dengan Wccftech, Williamson mengaku setuju dengan sebagian besar reaksi negatif publik. Namun, ia menekankan bahwa data di balik layar menunjukkan cerita berbeda.

>>> Video 'Mongolia Arc' Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia Ungkap Tiga Pengisi Suara Baru

"Saya setuju dengan sebagian besar reaksi orang.

Tapi sayangnya, saya rasa kami tidak sepakat dengan cara game dirilis dan tanggapan terhadapnya dari sisi pengembangan," ujar Williamson.

Ia menambahkan, "Namun, pada akhirnya, melihat metrik di balik layar game-game itu, ada banyak orang yang memainkannya dan benar-benar menikmatinya."

Pernyataan ini muncul setelah The Definitive Edition menuai kritik keras akibat banyak bug, grafis yang dianggap buruk, dan performa yang tidak stabil.

>>> Pengadilan Banding AS Blokir Pemulihan Nama Trump di Kennedy Center

Banyak penggemar menilai remaster ini sebagai cara terburuk untuk menikmati tiga game klasik GTA.

Williamson sebelumnya juga mengkritik Rockstar Games karena menghapus logo Grove Street Games dari menu pembaruan 2024. Ia menyebut tindakan itu sebagai "tidak sportif" karena menghilangkan kredit pengembang utama.

Meski demikian, Williamson mengaku sudah berdamai dengan situasi tersebut.

Ia percaya bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan versi definitif yang sempurna adalah jika Rockstar North sendiri yang mengerjakannya.

>>> Margaret Qualley dan Jack Antonoff Dikabarkan Berpisah Setelah Tiga Tahun Menikah

"Saya rasa tidak akan pernah ada redux sempurna dari game-game itu jika bukan dikerjakan langsung oleh Rockstar," pungkasnya.