Pengembang GTA Trilogy Akui Kritik Pemain Tepat, tapi Rilis yang Buruk Perparah Keadaan
Hampir lima tahun setelah peluncuran bermasalah Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition, Grove Street Games akhirnya angkat bicara.
Studio tersebut mengakui bahwa banyak keluhan penggemar memang beralasan.
>>> Survei Steam: Mayoritas Pemain Terima AI dalam Pengembangan Game, 31% Tolak
Namun, mereka juga berpendapat bahwa cara permainan itu dirilis turut memperburuk penerimaan negatifnya.
Koleksi remaster yang mencakup GTA III, Vice City, dan San Andreas dirilis pada November 2021 dan langsung menjadi salah satu rilis paling kontroversial dari Rockstar.
Pemain mengkritik berbagai masalah teknis, glitch visual, model karakter yang tidak konsisten, dan musik yang hilang. Semua itu menutupi kembalinya tiga game open-world legendaris tersebut.
Grove Street Games Refleksikan Reaksi Publik
Berbicara kepada Wccftech, Thomas Williamson, pemilik dan CEO Grove Street Games, mengaku setuju dengan sebagian besar reaksi komunitas.
“Mengenai GTA Trilogy: Definitive Edition, saya setuju dengan sebagian besar reaksi orang,” katanya.
Namun, Williamson percaya situasi diperburuk oleh faktor di luar pengembangan game.
“Kami tidak setuju dengan cara game itu dirilis dan tanggapan terhadapnya dari sisi pengembangan, dan saya pikir itu akan mengubah narasi secara signifikan,” ujarnya.
Meski tidak merinci keputusan rilis tertentu, pernyataan itu mengindikasikan studio yakin peluncuran dan keadaan sekitarnya memperkuat kritik pasca-rilis.
Koleksi remaster menerima beberapa pembaruan setelah kontroversi tahun 2021.
>>> Rendering Galaxy Z Fold 8 Ultra Bocor, Lengkapi Lineup Unpacked Samsung
Williamson mencatat bahwa data internal menunjukkan gambaran yang lebih seimbang daripada diskusi publik. “Melihat metrik di balik layar game-game itu, ada banyak orang yang memainkannya dan benar-benar menikmatinya.
Ada juga yang menginginkan lebih, dan saya tidak menyalahkan mereka,” katanya.
Update Terbaru
Akselerasi Pelayanan Pasien JKN dengan Sistem Biometrik di 2026
Kamis / 09-07-2026, 01:23 WIB
Trump Buka Puluhan SPBU dengan Harga BBM Murah, Pengamat Peringatkan Bencana
Kamis / 09-07-2026, 01:21 WIB
Item Paling Langka di Clair Obscur: Expedition 33, Termasuk Senjata Baguette yang Hanya 6% Pemain Temukan
Kamis / 09-07-2026, 01:21 WIB
Persona 4 Revival Ubah Adegan Kontroversial Yosuke agar Lebih Sesuai Zaman
Kamis / 09-07-2026, 01:21 WIB
The Ghost in the Shell oleh Science SARU Rilis Trailer Bersuara dan Visual Baru
Kamis / 09-07-2026, 01:18 WIB
Hyundai Ioniq V Hadir dengan Pilihan Warna Berani, Termasuk Ungu dan Emas
Kamis / 09-07-2026, 01:18 WIB
Perempat Final Piala Dunia 2026: Empat Juara Dunia Hadapi Kuda Hitam
Kamis / 09-07-2026, 01:18 WIB
Keributan di Denpasar Usai Argentina Menang, Dipicu Selebrasi Geber Motor
Kamis / 09-07-2026, 01:15 WIB
Kejati DKI Tetapkan Bos Swasta Tersangka Baru Korupsi Belanja Rutin Kementerian PU
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB
Viking Persib Sambut Baik PSSI Cabut Larangan Suporter Tandang
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB
Apakah Sunscreen Bisa Kedaluwarsa? Ini Faktanya!
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB
5 Manfaat Merendam Wajah dengan Air Es di Pagi Hari Menurut Ahli
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB
Menkeu Respons Usulan Said Iqbal Hapus Pajak JHT: Dampak ke Pendapatan Negara Dikaji
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB
Jokowi Hanya Hadir di Sidang Saat Jadi Saksi Korban Kasus Dokter Tifa
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB







