Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) secara resmi melayangkan protes keras kepada FIFA. Mereka meminta wasit Francois Letexier dan seluruh timnya didepak dari Piala Dunia 2026.

Protes ini diajukan setelah Mesir kalah 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar. Pertandingan berlangsung di Stadion Atlanta, Selasa (7/7).

>>> Menteri Dody Batal ke AS, Pilih Tinjau Jembatan Enang-Enang di Aceh

EFA menilai Letexier membuat sejumlah keputusan kontroversial yang merugikan Mesir. Wasit asal Prancis berusia 37 tahun itu dinilai tidak adil.

Keputusan Kontroversial

Salah satu momen krusial adalah pembatalan gol Mostafa Ziko pada menit ke-58. Saat itu Mesir unggul 1-0 dan seharusnya bisa memimpin 2-0.

Setelah peninjauan VAR, gol dibatalkan karena pelanggaran Marwan Ateya terhadap Lisandro Martínez sebelum gol tercipta.

>>> Tak Kalah Mematikan, Ini Daftar 5 Jurus Dahsyat Naruto Selain Rasengan

Selain itu, ada dua insiden lain yang luput dari perhatian wasit. Pertama, Alexis Mac Allister menarik Hamdy Fathy di kotak penalti.

Kedua, Mohamed Salah diinjak Julian Alvarez.

EFA menuntut penyelidikan terhadap seluruh tim wasit, termasuk asisten wasit video. Mereka menilai ada kesalahan mencolok dan diskriminasi terhadap Mesir.

>>> Rangkaian Harlah Demokrat, AHY Bakal Safari Politik ke Semua Partai

"Kami yakin kami dirampas gol yang sah dan penalti yang jelas," tulis pernyataan EFA. Mereka juga mendesak pengusiran wasit dan timnya dari Piala Dunia.