Puluhan anggota parlemen Uni Eropa mendesak Komite Etik FIFA untuk menyelidiki Presiden FIFA Gianni Infantino. Desakan ini terkait dugaan pelanggaran etika organisasi.

Langkah ini dipicu oleh keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi kartu merah pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.

>>> Polisi Gelar Sayembara Rp20 Juta Tangkap Erlan Kasus Sekdin Bangkalan

Infantino mengaku dihubungi Presiden AS Donald Trump sebelum keputusan itu diambil.

Infantino menyatakan penangguhan tersebut merupakan keputusan Komite Disiplin yang harus dihormati. Namun, ia tidak menjelaskan siapa yang meminta sidang komite tersebut.

Situasi ini menimbulkan dugaan bahwa Trump mendesak Infantino agar Balogun bisa bermain di babak 16 besar. Balogun mendapat kartu merah di babak 32 besar.

Anggota Parlemen Uni Eropa, Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang, menilai keputusan FIFA mengakali aturan skorsing kartu merah sebagai aib.

>>> Netflix Siap Bersaing dengan Disney dan YouTube untuk Hak Siar Piala Dunia FIFA di AS

Mereka menyebutnya sebagai penyimpangan keadilan.

"Sekali lagi, kita telah melihat Infantino dan FIFA menyerah pada tuntutan pemerintahan Trump," demikian pernyataan mereka seperti dilansir ESPN.

Para anggota parlemen juga mengajak anggota UEFA untuk mendesak Komite Etik FIFA menyelidiki korelasi antara Infantino dan Trump.

Sebanyak 35 anggota parlemen Uni Eropa telah menandatangani dukungan untuk langkah ini.

>>> Enola Holmes 3 Raih 20,3 Juta Tayangan di Akhir Pekan Perdana, Turun 32% dari Sekuel Sebelumnya

"Keindahan olahraga terletak pada aturan yang tidak memihak dan transparan. Ketika Infantino membiarkan tekanan politik menentukan siapa yang boleh bermain, rasa keadilan ini hilang," kata mereka.