Efek Aspirin Dosis Rendah pada Tubuh dan Perubahan Panduan Medis
Dulu, dokter sering menyarankan pasien lanjut usia untuk mengonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari guna 'mengencerkan darah' dan mengurangi risiko serangan jantung atau stroke.
Namun, kebiasaan ini ternyata berbahaya bagi mereka yang memiliki risiko perdarahan. Akibatnya, rekomendasi penggunaan aspirin pun berubah.
>>> 7 Pilihan Parfum di Alfagift dengan Wangi Elegan, Cocok untuk Ngantor
Sayangnya, survei terhadap populasi Amerika menunjukkan bahwa pesan ini belum sepenuhnya dipahami masyarakat.
Mengapa Aspirin Dosis Rendah Dulu Direkomendasikan?
Aspirin, atau asam asetilsalisilat, adalah salah satu obat paling populer di dunia. Selain meredakan nyeri dan demam, aspirin juga bersifat antiplatelet yang dapat mengencerkan darah.
Efek ini membantu mencegah pembentukan gumpalan darah yang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke, bahkan pada dosis sangat rendah dan bertahan selama beberapa hari.
Oleh karena itu, selama bertahun-tahun, dokter menyarankan orang dewasa sehat untuk mengonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari.
Risiko Perdarahan Mengubah Rekomendasi
Namun, aspirin juga meningkatkan risiko perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, atau perdarahan di saluran pencernaan yang tidak terlihat.
Risiko ini juga muncul saat operasi, bahkan prosedur kecil seperti pencabutan gigi.
Pada Maret 2019, American College of Cardiology dan American Heart Association menerbitkan pedoman baru yang tidak lagi merekomendasikan aspirin dosis harian untuk orang dewasa sehat di atas 70 tahun.
Pada 2022, U. S.
Preventive Services Task Force memperluas rekomendasi ini dengan menyarankan agar tidak menggunakan aspirin dosis rendah untuk pencegahan primer penyakit kardiovaskular pada orang berusia 60 tahun ke atas tanpa riwayat atau gejala.
Dengan kata lain, konsumsi aspirin bisa efektif, tetapi tidak bebas risiko. Keseimbangan antara risiko iskemik dan perdarahan harus dinilai secara individual.
Update Terbaru
IndoBuildTech Expo Part 1 2026 Resmi Dibuka, Tampilkan Inovasi dari 11 Negara
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Menteri Ekraf: Rindekraf Bukti Nyata Dukungan Presiden Prabowo
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Timnas Inggris Krisis Bek Kanan Jelang Hadapi Norwegia
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Backlash Sony Tinggalkan Disc PlayStation, Gamer Protes Keras
Rabu / 08-07-2026, 23:15 WIB
FTISLAND Buktikan Warisan 19 Tahun Rock di Konser Singapura
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
BMW X5 Baru Wajibkan Pembeli Awal Bayar Rp17 Juta untuk Hiasan Batu Slate
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Anak Jadi PSK di Bekasi dan Jakbar
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
Uni Eropa Buka Suara soal Ambisi Trump Caplok Greenland
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
IOC Cabut Sementara Penangguhan Rusia, Bisa Ikut Olimpiade Lagi?
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
Lantai 2 Kafe de'Clan di Cipete Disegel Polisi Usai Penggeledahan
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
Megawati Kunjungi Timor Leste, Akan Terima Penghargaan Tertinggi
Rabu / 08-07-2026, 23:13 WIB
Kesuksesan Space Marine 2 Ubah Segalanya bagi Saber Interactive
Rabu / 08-07-2026, 23:13 WIB
Pengisi Suara Solid Snake David Hayter Tolak Masa Depan Digital Sony: 'No Disc, No Buy'
Rabu / 08-07-2026, 23:13 WIB
Tilly Norwood, Aktor AI Pertama, Debut di Film Layar Lebar
Rabu / 08-07-2026, 23:08 WIB







