Otoritas Kesehatan Prancis menegaskan bahwa resep terapi antiplatelet harus disesuaikan berdasarkan faktor risiko pasien, termasuk risiko perdarahan.

Kathleen Hall Jamieson, direktur Annenberg Public Policy Center (APPC), menekankan pentingnya mengetahui apakah konsumsi aspirin dosis rendah harian tepat untuk Anda.

Banyak Orang Masih Keliru tentang Manfaat Aspirin

Survei kesehatan APPC baru-baru ini mengungkap bahwa hampir setengah dari sekitar 1.800 responden dewasa Amerika (48%) secara keliru percaya bahwa manfaat aspirin dosis rendah harian lebih besar daripada risikonya.

>>> 5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup

Dalam survei tersebut, 45% responden mengatakan mereka atau orang terdekat pernah mengalami serangan jantung atau stroke.

Di antara mereka yang tidak memiliki riwayat, 43% tetap percaya bahwa manfaat aspirin lebih besar.

Respons bervariasi berdasarkan usia. Partisipan yang lebih muda tampak lebih sadar akan risiko, mungkin karena mereka lebih akrab dengan rekomendasi terbaru.

Pada kelompok usia 18-39 tahun tanpa riwayat medis, 29% benar mengatakan bahwa risiko aspirin lebih besar.

Sementara itu, hanya 11% pada usia 40-59 tahun dan 7% pada usia 60 tahun ke atas yang berpikir demikian.

Survei juga menemukan bahwa 22% responden mengonsumsi aspirin setidaknya sebulan sekali, termasuk 18% dari mereka yang tidak memiliki riwayat pribadi atau keluarga.

Dari kelompok tersebut, 10% mengonsumsinya hampir setiap hari, 2% beberapa kali seminggu, dan 6% beberapa kali sebulan.

Tidak mengherankan, orang berusia 60 tahun ke atas paling mungkin menerapkan kebiasaan yang salah ini. Bahkan tanpa riwayat, 22% dari mereka mengonsumsi aspirin dosis rendah hampir setiap hari.

Kebiasaan yang Sulit Diubah