Setiap orang memiliki kebiasaan berbeda untuk rileks sebelum tidur. Ada yang membaca buku, mendengarkan musik, atau memutar suara menenangkan.

Belakangan, suara alam seperti hujan, deburan ombak, kicauan burung, dan gemerisik dedaunan semakin populer sebagai teman tidur.

>>> BLT Kesejahteraan Rakyat Rp900 Ribu Belum Cair, Ini Perkiraan Jadwal dan Syarat Penerimanya

Suara ini dianggap menciptakan suasana lebih tenang dibandingkan musik yang kadang merangsang pikiran.

Selain membantu tidur lebih nyenyak, suara alam juga dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik setelah bangun. Berikut lima alasannya.

1. Lebih Mudah Terlelap

Pikiran yang terlalu aktif atau cognitive arousal membuat otak sulit rileks dan waktu tidur menjadi lebih lama. Suara alam membantu otak tetap tenang dan meminimalkan distraksi.

Suara tersebut juga dapat menyamarkan kebisingan sekitar, seperti suara rumah berderit atau hewan peliharaan, sehingga tidur lebih nyenyak.

>>> Iperindo Jalin Kerja Sama dengan Galangan Ak Bars Rusia, Fokus pada Alih Teknologi

2. Membantu Tubuh Keluar dari Mode 'Fight or Flight'

Saat tubuh dalam mode fight or flight, otak terus waspada terhadap bahaya, detak jantung meningkat, dan sulit istirahat.

Suara alam mengaktifkan sistem saraf parasimpatik atau kondisi rest and digest.

Sistem ini menenangkan tubuh dan mengurangi ketegangan setelah seharian beraktivitas. Napas menjadi lebih lambat, detak jantung menurun, dan tubuh terasa rileks.

>>> Koperasi Merah Putih Cangakan Luncurkan Kedai Kopi untuk Garap Pasar Milenial

Kondisi tersebut menjadi fondasi penting untuk tidur berkualitas yang memulihkan energi.