Kualitas tidur menjadi perhatian utama di tengah gaya hidup modern yang serba cepat. Banyak orang mengalami kesulitan beristirahat akibat rutinitas padat, tekanan pekerjaan, dan paparan gawai sebelum tidur.

Lifelabs, sebuah functional wellness brand, hadir dengan pendekatan alami untuk membantu masyarakat mendapatkan tidur berkualitas.

>>> Reboisasi Tak Selalu Menambah Pasokan Air, Iklim Jadi Faktor Penentu

Brand ini mengusung konsep unwinding, yaitu proses menenangkan tubuh dan pikiran sebelum tidur tanpa bergantung pada efek sedatif.

"Lifelabs percaya setiap manusia memiliki kemampuan alami untuk tidur.

Yang dibutuhkan bukan memaksa tubuh untuk tertidur, tetapi membantu tubuh melalui proses unwinding yang benar," ujar Monica Elysia, Co-Founder of Lifelabs.

Menurutnya, tubuh perlu diberi kesempatan mengenali sinyal alami menjelang tidur.

"Ini agar tubuh lebih aware terhadap undangan tidur yang lembut dan natural, bukan melalui efek sedatif seperti obat tidur.

Karena bagi kami, tidur perlu diundang, bukan dipaksakan," lanjutnya.

>>> 4 Sepatu Lari SPECS Terlaris di Shopee, Ini Plus dan Minusnya Menurut Pembeli

Dua Produk Unggulan Lifelabs

Lifelabs memperkenalkan dua produk utama dalam peluncurannya.

Lifelabs Purple Night adalah relaxation shot yang mengandung high-purity tomato extract kaya phytomelatonin alami, magnesium dengan bioavailability tinggi, serta elderberry extract untuk membantu relaksasi dan pemulihan saat tidur.

Sementara itu, Lifelabs Calm Dawn diformulasikan dengan L-Theanine, Chamomile, dan Saffron. Produk ini membantu mengurangi kecemasan, meredakan ketegangan, serta menenangkan pikiran yang terlalu aktif.

Lifelabs juga bekerja sama dengan Garmin melalui kampanye #SleepBetterIndonesia. Kolaborasi ini memungkinkan pemantauan kualitas tidur menggunakan teknologi pelacakan data yang akurat.

Dalam pengembangan produk, Lifelabs menggandeng sleep coach Vishal Dasani.

>>> Hyundai Siap Redam Dominasi Mobil China dengan Jajaran Produk Baru

Ia menilai bahwa kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu istirahat, tetapi juga seberapa optimal tubuh melakukan pemulihan selama tidur.