Warga Colorado berbondong-bondong ke Wyoming untuk membeli kembang api udara menjelang Hari Kemerdekaan AS, 4 Juli 2026.

Mereka nekat melanggar larangan lokal dan mengabaikan risiko kebakaran hutan yang parah.

>>> 3 Perangkat Edisi Piala Dunia 2026 dari Lenovo, Cek Daftar Harganya

Sepekan sebelum hari raya, kendaraan berplat Colorado memenuhi tempat parkir ritel di Cheyenne, Wyoming.

Di sana, kembang api konsumen yang bisa meluncur hingga 350 kaki ke udara masih legal dibeli.

Sementara itu, tiga kebakaran hutan besar telah menghanguskan lebih dari 20.000 hektar masing-masing di Colorado.

Kota-kota seperti Grand Junction, Steamboat Springs, Vail, dan Montrose terpaksa membatalkan pertunjukan kembang api yang sudah dijadwalkan.

Peringatan dari Petugas Pemadam

Petugas pemadam kebakaran memperingatkan bahwa kembang api udara sangat berbahaya di lahan kering.

"Kembang api menghasilkan lebih banyak percikan dan lebih panas daripada, misalnya, bara kecil dari api unggun," kata Brian Oliver, kepala pemadam kebakaran divisi hutan Boulder.

Divisi Hutan Boulder berencana menambah personel pada hari libur untuk merespons potensi kebakaran.

Meskipun ada larangan total kembang api konsumen di kota itu, Oliver mengakui sulit ditegakkan karena terjadi di mana-mana.

Para pengecer di Cheyenne melaporkan bisnis melonjak sekitar sepertiga dibanding tahun lalu. Lonjakan ini sebagian didorong oleh perayaan 250 tahun Amerika Serikat.

"Kamu selalu menginginkan apa yang tidak bisa kamu miliki," kata Skyler Krehbiel, operator Wholesale Fireworks. Ia mencatat bahwa ketika kota membatalkan hiburan publik, pembelian konsumen biasanya meningkat.

Menurutnya, edukasi keselamatan publik lebih baik daripada larangan penjualan.

>>> Harga Realme P4x dan P4 Lite di Indonesia, Mulai Rp1 Jutaan