Reboisasi Tak Selalu Menambah Pasokan Air, Iklim Jadi Faktor Penentu

Reboisasi selama ini dianggap sebagai solusi utama mengatasi perubahan iklim. Selain menyerap karbon dioksida, hutan juga berperan dalam menjaga siklus air.
Di Indonesia, upaya rehabilitasi hutan terus digencarkan.
>>> 4 Sepatu Lari SPECS Terlaris di Shopee, Ini Plus dan Minusnya Menurut Pembeli
Data Kementerian Kehutanan per 28 Juni 2026 mencatat rata-rata luas Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) mencapai sekitar 230 ribu hektare per tahun dalam satu dekade terakhir.
Namun, penelitian terbaru mengungkap bahwa dampak reboisasi terhadap ketersediaan air tidak selalu sama. Hasilnya sangat bergantung pada kondisi iklim di masa depan.
Dampak Berbeda pada Setiap Skenario Iklim
Tim peneliti dari Institute of Atmospheric Physics, Chinese Academy of Sciences, menggunakan simulasi sistem Bumi untuk membandingkan dampak reboisasi pada dua skenario pemanasan global.
Skenario pertama menggambarkan pemanasan rendah, sedangkan skenario kedua kondisi emisi tinggi dengan pemanasan lebih ekstrem. Analisis difokuskan pada ketersediaan air di daratan, yaitu keseimbangan curah hujan dan penguapan.
Pada skenario pemanasan rendah, reboisasi sedikit meningkatkan jumlah air global. Namun, manfaatnya tidak merata: wilayah basah semakin kaya air, sementara daerah kering semakin tertinggal.
Sebaliknya, pada skenario pemanasan tinggi, reboisasi justru menurunkan jumlah air secara keseluruhan. Meski demikian, distribusi air menjadi lebih merata antara wilayah basah dan kering.
Peneliti utama Dr. Tao Tang menjelaskan bahwa penanaman pohon dalam skala dan lokasi yang sama dapat menghasilkan dampak yang hampir berlawanan hanya karena perbedaan kondisi iklim.
>>> Hyundai Siap Redam Dominasi Mobil China dengan Jajaran Produk Baru
"Pohon-pohon yang sama, yang ditanam dalam skala yang sama, menghasilkan hasil yang hampir berlawanan tergantung pada iklim latar belakang," ujar Tao.
Update Terbaru
Guru Honorer Soroti Biaya Pelatihan Kopdes Rp45 Juta, Sebut Pendidikan Terancam
Jumat / 03-07-2026, 15:22 WIB
VinFast VF MPV 7 Resmi Dijual Mulai Rp329 Juta, Ini Spesifikasinya
Jumat / 03-07-2026, 15:22 WIB
PLN Ungkap Strategi Capai Target PLTS 100 GW Prabowo
Jumat / 03-07-2026, 15:22 WIB
Dedek Prayudi: Dokter Tifa Hadir di Sidang Bukan Berani, Tapi Takut Dijemput Paksa
Jumat / 03-07-2026, 15:21 WIB
Redmi 17 5G Terungkap: Baterai 7.500mAh, Pengisian 45W, dan RAM 8GB
Jumat / 03-07-2026, 15:21 WIB
Anthropic Gandeng Samsung Kembangkan Chip Kustom AI
Jumat / 03-07-2026, 15:21 WIB
Jelang Menikah, Taylor Swift dan Travis Kelce Donasi Rp 466 M ke Badan Amal
Jumat / 03-07-2026, 15:21 WIB
Profil Brigjen Lalu Muhammad Iwan Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Program MBG
Jumat / 03-07-2026, 15:09 WIB
Moon Ga Young Resmi Bergabung dengan Fantagio, Satu Agensi dengan Cha Eun Woo dan Kim Seon Ho
Jumat / 03-07-2026, 15:07 WIB
Trailer Mashle Season 3 Rilis, Tayang Januari 2027
Jumat / 03-07-2026, 15:07 WIB
Warga Colorado Beli Kembang Api di Wyoming Meski Risiko Kebakaran Parah
Jumat / 03-07-2026, 15:06 WIB
3 Perangkat Edisi Piala Dunia 2026 dari Lenovo, Cek Daftar Harganya
Jumat / 03-07-2026, 15:06 WIB
Harga Realme P4x dan P4 Lite di Indonesia, Mulai Rp1 Jutaan
Jumat / 03-07-2026, 15:06 WIB
KABAR DUKA! Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas akibat Tembakan Tentara Israel di Jalur Gaza
Jumat / 03-07-2026, 15:04 WIB






