Tim juga menghitung ketersediaan air per kapita. Perbedaan jumlah penduduk turut memperkuat dampak tersebut.

Dalam skenario pemanasan tinggi, populasi diperkirakan lebih besar sehingga penurunan pasokan air per orang menjadi lebih signifikan.

Strategi Reboisasi Perlu Disesuaikan

Para peneliti menemukan bahwa perbedaan dampak terutama disebabkan oleh perubahan sirkulasi atmosfer yang memengaruhi pergerakan uap air. Namun, mekanisme ini belum sepenuhnya dipahami sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan.

Dr. Junji Cao, salah satu penulis penelitian, menekankan bahwa program reboisasi di masa depan tidak bisa diterapkan dengan pendekatan seragam.

Perencanaan harus mempertimbangkan lokasi, waktu, dan proyeksi iklim.

>>> Toyota Ekspansi ke Transportasi Udara Lewat Patungan dengan Joby Aviation

"Para pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan tidak hanya berapa banyak pohon yang harus ditanam, tetapi juga di mana dan kapan, karena upaya reboisasi yang sama mungkin bermanfaat bagi sumber daya air di masa depan dengan emisi rendah tetapi akan menguranginya di dunia yang lebih panas," ucap Junji.