PSI: Jokowi Tak Tahu Akan Injak Kepala Kerbau di Lampung
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah memprediksi prosesi adat menginjak kepala kerbau saat safari ke Lampung beberapa waktu lalu bakal ramai dan menjadi perbincangan.
Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan Jokowi juga tak mengetahui akan ada prosesi tersebut. Ia menyebut Jokowi hanya mengikuti agenda adat itu sebagai penghormatan.
>>> Polda Jateng Tahan Aiptu N Terduga Penyiksa Wanita di Jateng
"Sehingga kemudian itu, pada saat beliau naik ke panggung juga beliau sudah sadari itu kemarin, semalam beliau bercerita, kami sedang di Solo ini.
Jadi, apa sih sebetulnya ini, beliau juga menyatakan 'Wah, saya ndak tahu kalau ada kepala itu, kerbau'. Begitu naik beliau melihat ada kepala kerbau," kata Bestari.
"Dan disuruh duduk di depannya kepala kerbau, beliau sempat bergumam gitu, 'Wah ini nanti ramai ini'," tambahnya.
Bestari kembali menekankan bahwa prosesi itu tetap dilaksanakan guna menghormati adat wilayah setempat.
Ia pun menyerahkan pemaknaan prosesi itu kembali ke masyarakat sekaligus menegaskan bahwa Jokowi sedang tidak bermain peran seperti bintang film.
>>> Nagelsmann Mundur dari Timnas Jerman, Klopp Siap Gantikan
"Ya biarlah nanti masyarakat yang memberi penilaian, yang jelas Pak Jokowi tidak sedang, bukan sedang lagi main sinetron di situ, tapi sesuai dengan apa yang diarahkan para tetua adat setempat itu, gitu," kata dia.
Jokowi menginjak kepala kerbau dalam kunjungannya ke Lampung pekan lalu. Saat itu, ia menerima gelar 'Baginda Pemuka Bangsa'.
Jokowi duduk di sebuah kursi lengkap dengan pakaian adat setempat, menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah.
Budayawan Lampung yang juga Dewan Pakar Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Admi Syarif menjelaskan prosesi menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari tradisi sakral budaya masyarakat Lampung yang sudah berusia ratusan tahun.
Prosesi injak kepala kerbau diadakan pada Upacara Begawi Cakak Pepadun, yaitu pengangkatan seseorang saat memperoleh kedudukan adat tertinggi atau naik tahta sebagai penyeimbang atau pemimpin adat.
>>> Changan Buka Pre-order Deepal S05 dalam Dua Varian, BEV dan REEV
Ritual ini melambangkan pembersihan sifat-sifat buruk seperti kesombongan, iri dengki, dan ketamakan, serta bentuk penghormatan kepada tokoh yang dianugerahi gelar adat.
Update Terbaru
Rayhan Hannan Tak Takut Gempuran Pemain Keturunan, Siap Rebut Kepercayaan Shin Tae-yong di Persija
Jumat / 03-07-2026, 16:43 WIB
Kiper Paraguay Jual Jersey Demi Biaya Obat Anak, Ingin Kalahkan Prancis untuk Kembalikan Baju
Jumat / 03-07-2026, 16:43 WIB
Penjualan Ioniq 5 Hyundai Meningkat Meski Kredit Pajak EV Dihapus
Jumat / 03-07-2026, 16:42 WIB
Bobby Nasution Kelakar Soal 'Ondim' Singkatan Ongkos di Muka Sebelum Bupati Langkat Di-OTT KPK
Jumat / 03-07-2026, 16:42 WIB
IHSG Ditutup Menguat ke 5.875, 494 Saham Hijau
Jumat / 03-07-2026, 16:42 WIB
Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi Penguatan Kota
Jumat / 03-07-2026, 16:42 WIB
Media Asing Soroti Vonis 10 Tahun Penjara untuk Nadiem Makarim
Jumat / 03-07-2026, 16:42 WIB
Xlsmart dan Kemnaker Luncurkan Future Ready, Target 1 Juta Talenta Digital
Jumat / 03-07-2026, 16:41 WIB
iPhone 18 Pro Max Dikabarkan Miliki Baterai Lebih Besar dari Galaxy S27 Ultra
Jumat / 03-07-2026, 16:41 WIB
5 Serum Niacinamide 5% untuk Hempas Garis Halus, Bye-Bye Tanda Penuaan!
Jumat / 03-07-2026, 16:41 WIB
Harga dan Jadwal Penjualan Tiket Konser BOYNEXTDOOR di Jakarta 2026
Jumat / 03-07-2026, 16:41 WIB
123 Kreator Muda Ikuti Kompetisi Video IFG untuk Tingkatkan Kesadaran Risiko Sehari-hari
Jumat / 03-07-2026, 16:40 WIB
5 Sandal MyFeet untuk Jalan-jalan Tanpa Nyeri Tumit Rekomendasi Dokter
Jumat / 03-07-2026, 16:40 WIB
Trik Kumpulkan Kotak Berlian 2026 untuk Saldo DANA Rp500 Ribu
Jumat / 03-07-2026, 16:32 WIB






