Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya akan kembali menggempur Iran pada Rabu (8/7) malam ini.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers jelang pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela KTT NATO di Ankara, Turki.

>>> Anggota Parlemen Uni Eropa Desak Komite Etik FIFA Selidiki Infantino

"Mereka [Iran] meluncurkan serangkaian drone dan satu rudal ke kapal-kapal, karena mereka berada di selat, yang mana mereka berhak berada di sana," kata Trump, dikutip Sky News.

Ia menambahkan bahwa alasan itu pula yang membuat AS menyerang militer Iran di Selat Hormuz pada Selasa.

"Kita mungkin akan menyerang mereka lagi dengan keras malam ini. Aku akan memberi mereka sedikit peringatan," ujar Trump.

"Kita akan memberi mereka pukulan telak malam ini. Tapi kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti," imbuh dia.

>>> Polisi Gelar Sayembara Rp20 Juta Tangkap Erlan Kasus Sekdin Bangkalan

MoU Damai Dibatalkan

Sebelum komentar itu, Trump sempat menyebut nota kesepahaman (MoU) AS dan Iran sebagai "sampah" dan hanya membuang-buang waktu.

"Buat saya itu sudah berakhir," kata Trump di sela KTT NATO di Ankara, Rabu (8/7), dikutip Al Jazeera.

Nota kesepahaman untuk membahas perdamaian itu ditandatangani Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada awal Juni, tanpa tatap muka.

Kesepakatan tersebut mencakup penghentian pertempuran dari seluruh front dan janji untuk tidak memulai serangan dalam bentuk apapun.

>>> Netflix Siap Bersaing dengan Disney dan YouTube untuk Hak Siar Piala Dunia FIFA di AS

Menurut kesepakatan itu, AS dan Iran diberi waktu 60 hari untuk bernegosiasi guna mengakhiri perang.