Harga minyak dunia melonjak lebih dari 5 persen pada perdagangan Rabu (8/7) setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.

Pernyataan itu muncul di tengah memanasnya kembali konflik di Timur Tengah menyusul aksi saling serang antara Washington dan Teheran.

>>> Komisi I DPRD Jabar Serahkan Rekomendasi Kajian Nama Tatar Sunda ke Pemprov

Harga minyak acuan global Brent melonjak 5,3 persen menjadi US$78,09 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 5,4 persen ke level US$74,23 per barel.

Lonjakan harga terjadi setelah Trump menyatakan kesepahaman dengan Iran telah runtuh akibat serangan terbaru Teheran terhadap kepentingan AS di kawasan Teluk.

Trump menyebut Iran telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Ia juga mengisyaratkan bahwa upaya diplomasi dengan Teheran tidak lagi menjadi prioritas.

"Kita membuang-buang waktu untuk berbicara dengan mereka.

Kita harus melakukan urusan kita sendiri," ujar Trump saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Turki, melansir AFP.

Ia bahkan melontarkan pernyataan keras dengan menyebut Iran sebagai "kanker" yang harus dihentikan sejak dini.

>>> Magnesium Bantu Atasi Susah Tidur? Ini Kata Studi

Pernyataan Trump menjadi sinyal paling kuat sejauh ini bahwa kesepahaman antara AS dan Iran berada di ambang keruntuhan.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan gabungan menggunakan rudal dan drone ke 85 target yang disebut sebagai fasilitas militer penting milik AS di Timur Tengah.

IRGC menyatakan serangan tersebut menghantam Pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.