Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan Indonesia tengah mengembangkan vaksin mRNA untuk demam berdarah dengue (DBD). Jika disetujui, vaksin ini akan menjadi yang pertama di dunia.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan pengembangan vaksin ini bukan sekadar proyek ilmiah. Menurutnya, ini adalah langkah bersejarah yang bisa membawa nama Indonesia ke panggung riset global.

>>> Kata-kata Terakhir Pilot Boeing 737 Sebelum Hilang Kontak di Laut Arab

"Dalam hal pengembangan vaksin, BPOM punya tekad untuk secara maksimal melakukan apa yang bisa kita lakukan karena ini kita akan buat sejarah, mRNA vaccine pertama di dunia untuk penyakit demam berdarah," ujar Taruna dalam konferensi pers, Rabu (8/7).

Taruna menjelaskan hingga kini belum ada terapi spesifik untuk mengatasi DBD. Penanganan pasien masih fokus pada pengendalian gejala, menjaga cairan tubuh, dan mencegah komplikasi.

Ia menceritakan pengalamannya saat menangani pasien dengue di University of California, Irvine. Pengalaman kerja di Indonesia, termasuk di puskesmas, membantunya menangani kasus tersebut dengan lebih baik.

Menurut Taruna, hal ini menunjukkan Indonesia memiliki posisi strategis dalam riset dengue.

Tingginya jumlah kasus membuat tenaga kesehatan dan peneliti di Tanah Air memiliki pengalaman klinis berharga untuk mendorong inovasi vaksin.

"Kalau ini bisa berhasil, bukan hanya Tsinghua University dan Universitas Indonesia, tapi juga seluruh dunia akan berdampak," ucap Taruna.

Meski prototipe vaksin mRNA dengue sudah diperkenalkan, Taruna menegaskan tahap ini baru langkah awal.

Vaksin tersebut masih harus melewati rangkaian pengujian, terutama uji klinis, sebelum bisa digunakan secara luas.

>>> 9 Hari Tak Kunjung Padam, Petugas Doa Bersama di TPA Jatiwaringin