Psikolog: Messi Makin Berbahaya Usai Juara Piala Dunia 2022
Pakar psikologi olahraga Arnau Torello menilai Lionel Messi kini berada dalam kondisi mental terbaik. Hal itu membuat kapten timnas Argentina tersebut menjadi lebih kreatif dan berbahaya di lapangan.
Menurut Torello, keberhasilan Messi meraih trofi Piala Dunia 2022 telah melepaskan beban emosional yang selama ini membebaninya. Performa natural Messi pun kembali keluar maksimal tanpa tekanan publik.
>>> Kemnaker Prediksi Pendaftar Magang Hub Angkatan 2 Tembus 600 Ribu
"Ketika kebutuhan untuk membuktikan diri itu hilang, maka sebagian 'mental noise' di kepala juga ikut lenyap," kata Torello dikutip dari Sport Es.
"Saat gangguan itu berkurang, yang muncul adalah konsentrasi, kreativitas, fluiditas, keputusan yang lebih baik, dan minimnya rasa takut membuat kesalahan."
Torello menggarisbawahi bahwa selama bertahun-tahun setiap pertandingan Messi terasa seperti ujian kelayakan publik.
Namun setelah utang sejarahnya lunas di Qatar, otak peraih delapan Ballon d'Or itu tidak lagi membuang energi untuk melindungi diri dari kritik.
Messi hanya fokus menikmati permainan.
>>> Trump Perintahkan Menkeu AS Hentikan Perdagangan dengan Spanyol
Messi sendiri mengakui fase kariernya saat ini merupakan sebuah 'bonus'. Istilah itu bermakna ia dapat menikmati permainan tanpa beban kewajiban.
"Seorang atlet biasa akan meningkat pesat ketika mereka berhasil membebaskan pikirannya. Bayangkan jika yang berhasil bebas itu adalah seorang Messi," ujar Torello.
Meski kecepatan fisiknya berkurang seiring usia, Torello menilai visi bertanding dan kemampuan teknis Messi justru berlipat ganda karena kondisi psikologis yang cair.
Hal ini dinilai bakal menjadi alarm bahaya bagi Swiss yang dikenal sebagai tim mengandalkan fisik dan organisasi permainan rapi.
Argentina baru saja memastikan lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menang dramatis atas Mesir, Selasa (7/7).
>>> Polri Sita Rp67,2 Miliar dari Kafe dan Money Changer di Cipete
Selanjutnya, tim asuhan Lionel Scaloni akan menantang Swiss pada babak delapan besar. Laga tersebut bakal bergulir pada Sabtu (11/7) atau Minggu (12/7) pagi waktu Indonesia.
Update Terbaru
Wabah Parasit Penyebab Diare Eksplosif Meluas di AS, Peneliti Buru Sumbernya
Rabu / 08-07-2026, 23:22 WIB
Zhao Liying Dikabarkan Hamil Anak Kedua, Agensi Bantah
Rabu / 08-07-2026, 23:22 WIB
KARD Umumkan Rencana Bubar, Tutup Perjalanan dengan Tur dan Album Terakhir
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Palworld Tak Naikkan Harga Setelah Update 1.0, Ucapan Terima Kasih ke Pemain
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Action Figure Michael Myers Menyeramkan untuk Edisi Kolektor Halloween: The Game
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Ismael Saibari Berjuang Pulih Tepat Waktu untuk Perempat Final Piala Dunia
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Kekalahan Epik Harry di Pengadilan Melawan Daily Mail
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
IndoBuildTech Expo Part 1 2026 Resmi Dibuka, Tampilkan Inovasi dari 11 Negara
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Menteri Ekraf: Rindekraf Bukti Nyata Dukungan Presiden Prabowo
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Timnas Inggris Krisis Bek Kanan Jelang Hadapi Norwegia
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Backlash Sony Tinggalkan Disc PlayStation, Gamer Protes Keras
Rabu / 08-07-2026, 23:15 WIB
FTISLAND Buktikan Warisan 19 Tahun Rock di Konser Singapura
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
BMW X5 Baru Wajibkan Pembeli Awal Bayar Rp17 Juta untuk Hiasan Batu Slate
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Anak Jadi PSK di Bekasi dan Jakbar
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB







