Wabah Parasit Penyebab Diare Eksplosif Meluas di AS, Peneliti Buru Sumbernya

Parasit penyebab diare eksplosif yang bisa berlangsung berminggu-minggu tengah menyebar di Amerika Serikat. Para peneliti berlomba mengidentifikasi sumber wabah yang belum diketahui pasti.
Infeksi usus yang disebut cyclosporiasis ini disebabkan oleh parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis. Gejalanya berupa diare encer yang sering dan eksplosif.
>>> Zhao Liying Dikabarkan Hamil Anak Kedua, Agensi Bantah
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, patogen ini biasanya terbawa oleh produk segar impor. Penularan terjadi saat seseorang mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi tinja.
Data resmi CDC per 16 Juni mencatat 145 kasus di 17 negara bagian. Namun, data tingkat negara bagian menunjukkan wabah berkembang pesat.
Michigan melaporkan 681 kasus sejak 22 Juni.
Ohio mencatat 177 kasus sejak 20 Juni, sementara New York mengidentifikasi lebih dari 100 kasus dalam tiga pekan terakhir, belum termasuk New York City.
CDC menyatakan belum ada bukti satu wabah multi-negara bagian yang menghubungkan semua kasus. Investigasi untuk mengidentifikasi klaster potensial dan sumber penyakit masih berlangsung.
Juru bicara Dinas Kesehatan Michigan, Laina Stebbins, mengatakan belum ada petani, pemasok, atau jenis produk tertentu yang teridentifikasi sebagai sumber.
Masyarakat diimbau segera menghubungi dokter jika mengalami diare mendadak dan terus-menerus.
>>> KARD Umumkan Rencana Bubar, Tutup Perjalanan dengan Tur dan Album Terakhir
Pelacakan parasit ini rumit karena Cyclospora bereproduksi dengan bertukar DNA, sehingga keturunannya sering memiliki gen berbeda. Epidemiolog harus mewawancarai pasien secara mendetail tentang makanan yang dikonsumsi.
Tes laboratorium konvensional tidak mendeteksi Cyclospora. Telur parasit harus diwarnai dengan pewarna khusus dan diidentifikasi di bawah mikroskop untuk memastikan infeksi.
Meski gejalanya tidak mengenakkan, kondisi ini bisa diobati dan pasien biasanya pulih.
Penularan antarmanusia juga kecil karena parasit membutuhkan satu hingga dua minggu di luar tubuh untuk menjadi infeksius.
Untuk melindungi diri, pejabat kesehatan menyarankan berhati-hati dalam menyiapkan produk segar.
MDHHS merekomendasikan menghindari selada kantong yang sudah dicuci, membuang daun luar selada utuh, dan mencuci sayuran hijau serta herba di bawah air mengalir.
>>> Palworld Tak Naikkan Harga Setelah Update 1.0, Ucapan Terima Kasih ke Pemain
Memasak makanan hingga suhu 70 derajat Celsius dapat membunuh parasit. Wabah sebelumnya pernah dikaitkan dengan raspberry, kemangi, campuran salad, beri, dan kacang polong.
Update Terbaru
Waymo Antar Dua Remaja Mabuk Langsung ke Kantor Polisi
Kamis / 09-07-2026, 00:22 WIB
Blizzard Akui Penghapusan Add-on Raid di WoW Kontroversial, tapi UI Baru Dianggap Sukses
Kamis / 09-07-2026, 00:22 WIB
Bos Grove Street Games Bela GTA Trilogy Remasters: Banyak yang Nikmati
Kamis / 09-07-2026, 00:22 WIB
Video 'Mongolia Arc' Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia Ungkap Tiga Pengisi Suara Baru
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Pengadilan Banding AS Blokir Pemulihan Nama Trump di Kennedy Center
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Margaret Qualley dan Jack Antonoff Dikabarkan Berpisah Setelah Tiga Tahun Menikah
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Studio Pierrot Rilis Animasi Baru Naruto Shippuden untuk Kolaborasi dengan PUBG MOBILE
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Ibrahimovic Puji Messi: Dia Berubah Jadi Binatang Tak Terbendung di Piala Dunia
Kamis / 09-07-2026, 00:18 WIB
Prabowo Terima Kunjungan Eks PM Thailand Thaksin dan Putrinya
Kamis / 09-07-2026, 00:18 WIB
Ibu Hamil dengan Masalah Jantung Tingkatkan Risiko Keterlambatan Perkembangan Anak
Kamis / 09-07-2026, 00:15 WIB
Rekor Gol Haaland vs Bek Inggris: Siapa Paling Tangguh?
Kamis / 09-07-2026, 00:14 WIB
Polisi Temukan Brankas Tersembunyi di Sentul Terkait Kasus Batu Bara
Kamis / 09-07-2026, 00:14 WIB
Polisi Geledah 12 Lokasi dari Cipete hingga Sentul terkait Kasus Batu Bara
Kamis / 09-07-2026, 00:14 WIB
Square Enix Tutup Final Fantasy VII Ever Crisis pada 6 Oktober 2026
Kamis / 09-07-2026, 00:14 WIB







