Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong Generasi Z untuk mulai berwirausaha dan tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan.

Menurutnya, langkah ini bisa menjadi solusi memperluas lapangan kerja di tengah tingginya jumlah angkatan kerja baru setiap tahun.

>>> Trump: AS Akan Serang Iran Malam Ini Setelah Batalkan MoU Damai

"Jadi memang salah satu mindset yang saya mau coba bangun adalah ketika anak-anak ini selesai, mereka juga harus punya cara atau punya prinsip membuka usaha kecil," ujar Afriansyah dalam podcast Money Honey CNN Indonesia, Selasa (7/7).

Ia menilai sebagian anak muda memiliki kesempatan memulai usaha, terutama yang mendapat dukungan modal dari keluarga. Usaha kecil itu juga berpotensi membuka lapangan kerja bagi orang lain.

"Kalau zaman saya dulu, pokoknya tamat SMA minimal harus PNS. Sekarang kita ubah mindset-nya.

Bagaimana kalau kita tamat sekolah menjadi entrepreneur yang betul-betul bisa membantu dirinya, mungkin bisa merekrut satu sampai tiga orang karyawan," katanya.

Afriansyah mengakui tidak semua lulusan memiliki kemampuan finansial untuk langsung membangun usaha. Karena itu, pemerintah tetap memperluas kesempatan kerja melalui sektor industri.

>>> Anggota Parlemen Uni Eropa Desak Komite Etik FIFA Selidiki Infantino

Pemerintah juga mendorong masuknya investasi, terutama pada industri padat karya, agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"Kalau memang ada investor yang ingin membangun industri padat karya, bangunlah di daerah Jawa, khususnya Jawa Tengah," ujarnya.

Menurut Afriansyah, industri padat karya seperti sektor alas kaki masih memiliki prospek ekspor yang baik dan mampu menyerap ribuan pekerja dalam satu pabrik.

Ia menegaskan kondisi ekonomi global yang menantang membuat seluruh pemangku kepentingan perlu berkolaborasi menjaga iklim usaha agar penciptaan lapangan kerja tetap berjalan.

"Dalam kondisi global yang luar biasa ini, seluruh pemangku kepentingan harus bersatu.

>>> Polisi Gelar Sayembara Rp20 Juta Tangkap Erlan Kasus Sekdin Bangkalan

Pengusaha, serikat pekerja, dan pemerintah harus menyatu membuat situasi kondusif agar peluang kerja tetap terbuka," ujar Afriansyah.