Para Eksekutif Kaget dengan Tagihan AI Besar setelah Mengira Bisa Ganti Pekerja Gratis
Banyak eksekutif perusahaan kini mengalami kejutan besar setelah melihat tagihan AI yang membengkak. Mereka sebelumnya mengira teknologi ini bisa menggantikan pekerja manusia secara gratis.
Survei terbaru dari firma akuntansi KPMG mengungkapkan bahwa sejumlah besar eksekutif kaget dengan skema harga AI berbasis pemakaian.
>>> Mortir Tank Meledak di Cipatat Bandung Barat, 3 Warga Tewas
Sebelumnya, perusahaan bisa mengandalkan kontrak tarif tetap yang disubsidi oleh penyedia AI.
Namun, kenaikan biaya daya komputasi kini memaksa seluruh sektor teknologi bersikap defensif.
Survei yang melibatkan 2.145 eksekutif senior di 20 negara itu menemukan bahwa 29 persen dari mereka tidak tahu dari mana datangnya biaya AI yang terus meningkat.
Sepertiga lainnya mengakui bahwa ketidaktahuan mereka tentang ekonomi AI menjadi hambatan dalam menerapkan AI di tempat kerja.
Penulis laporan mencatat bahwa banyak organisasi belum memiliki kemampuan untuk memperkirakan, memantau, dan mengelola pengeluaran AI secara efektif.
Temuan ini menegaskan kecurigaan banyak pekerja yang dipaksa menggunakan alat AI: bahwa sejumlah besar pemimpin perusahaan memperlakukan AI sebagai solusi instan untuk menekan biaya tanpa memahami cara kerjanya.
>>> Polisi Geledah Mal Mewah di Jaksel Terkait Korupsi dan TPPU
Ini adalah pemikiran magis yang terlepas dari realitas praktis.
Di sisi lain, penting untuk tidak melupakan bahwa AI—atau lebih tepatnya mitos seputarnya—saat ini digunakan di seluruh dunia sebagai alat untuk mendisiplinkan tenaga kerja.
AI dipakai untuk melemahkan posisi pekerja dalam negosiasi upah, tunjangan, dan stabilitas kerja.
Baik digunakan sebagai alasan untuk memasang kamera pengawas di kepala pekerja pabrik atau sebagai pembenaran untuk PHK massal, para eksekutif tidak perlu gelar PhD untuk tahu bahwa AI dalam bentuknya yang sekarang terutama berguna untuk menjaga pekerja tetap patuh.
Apakah AI akan pernah bekerja pada level yang diperlukan untuk membayar tagihan miliaran dolar masih membutuhkan terobosan ajaib.
>>> Review Acer Nitro 18 AI: Layar Besar, Harga Terjangkau, Performa Terbatas
Namun, jika tujuannya adalah keuntungan jangka pendek yang didorong oleh biaya overhead lebih rendah yang dibayar oleh kelas pekerja, AI tidak perlu mencapai level itu.
Update Terbaru
Wanita Tertidur di Belakang Kemudi Tesla saat Melaju di Jalan Tol, Polisi Selidiki
Rabu / 08-07-2026, 22:23 WIB
Istri Erdogan Tarik Lengan saat Macron Hendak Cium Tangan
Rabu / 08-07-2026, 22:23 WIB
Zlatko Dalic Resmi Mundur dari Kursi Pelatih Kroasia
Rabu / 08-07-2026, 22:23 WIB
Park Bo Young dan Son Suk Ku Ditawari Akting Bareng di Film Romantis
Rabu / 08-07-2026, 22:22 WIB
Cara Install 7 Aplikasi Android Gratis Paling Berguna di Tahun 2026 untuk Keamanan
Rabu / 08-07-2026, 22:22 WIB
Tantangan Dance RIIZE 'Do Your Dance' Tembus 100 Juta Views di TikTok
Rabu / 08-07-2026, 22:21 WIB
Satgas Cartenz Tetapkan 7 Tersangka Pembunuhan Pilot AS di Yahukimo
Rabu / 08-07-2026, 22:21 WIB
Pertamina Harap Cisem 2 Jadi Tulang Punggung Penyaluran Gas di Jawa
Rabu / 08-07-2026, 22:21 WIB
InJourney Sambut Kolaborasi Indonesia-India untuk Konservasi Candi Prambanan
Rabu / 08-07-2026, 22:21 WIB
Psikolog: Messi Makin Berbahaya Usai Juara Piala Dunia 2022
Rabu / 08-07-2026, 22:21 WIB
Audi Sport Quattro Tribute Seharga Rp9 Miliar Tak Dibangun dari Quattro Asli
Rabu / 08-07-2026, 22:18 WIB
Kemnaker Prediksi Pendaftar Magang Hub Angkatan 2 Tembus 600 Ribu
Rabu / 08-07-2026, 22:18 WIB
Trump Perintahkan Menkeu AS Hentikan Perdagangan dengan Spanyol
Rabu / 08-07-2026, 22:18 WIB
Kia Hentikan Produksi Sedan Mewah K9 Setelah Penjualan Anjlok 87%
Rabu / 08-07-2026, 22:15 WIB







