Drone Ukraina menyerang tiga kilang minyak Rusia, kapal tanker, dan stasiun pemompaan minyak bumi sepanjang pekan ini.

Pada Senin (6/7), Rusia menyerang kilang Omsk, kilang terbesar Rusia di Siberia yang berjarak sekitar 2.700 kilometer dari wilayah yang dikuasai Ukraina.

>>> 19 Pemain Terancam Absen di Semifinal Piala Dunia 2026 Jika Kena Kartu Kuning Lagi

Staf umum dan pasukan khusus Ukraina mengatakan drone telah menyerang kilang minyak TANECO dan TAIF-NK di Nizhenkamsk, Tatarstan, serta kilang minyak Saratov.

Selain itu, pangkalan udara militer Borisoglebsk di wilayah Voronezh juga menjadi sasaran.

Pejabat Rusia mengonfirmasi serangan di wilayah itu, namun tidak merinci targetnya. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 415 drone dalam semalam.

Ukraina juga menyerang stasiun pemompaan produk minyak bumi di Bashkortostan, yang berjarak 1.450 kilometer dari wilayah yang dikuasai Ukraina.

Rusia belum mengonfirmasi serangan di Bashkortostan, namun rekaman yang belum diverifikasi di media sosial tampaknya menunjukkan serangan tersebut.

>>> BPOM Dukung Pengembangan Vaksin mRNA DBD Pertama di Dunia

Kilang Canggih Jadi Target

Kilang minyak TANECO di Nizhenkamsk adalah salah satu kilang paling canggih secara teknologi di Rusia.

Menurut data industri, TANECO memproses 17,0 juta ton minyak mentah pada tahun 2024, sementara TAIF-NK memproses 6,6 juta ton metrik.

Kilang Saratov, salah satu kilang terbesar dan tertua di Rusia, telah berulang kali diserang Ukraina dalam beberapa tahun terakhir.

Rusia menderita kekurangan bahan bakar akut di beberapa wilayah akibat serangan drone Ukraina terhadap kilang minyak dan infrastruktur energi.

>>> Kata-kata Terakhir Pilot Boeing 737 Sebelum Hilang Kontak di Laut Arab

Di sisi lain, Rusia juga berulang kali menyerang infrastruktur energi Ukraina, menyebabkan pemadaman listrik dan kekurangan pemanas di musim dingin.