Drone Ukraina Serang 47 Target Militer Rusia dan Kilang Minyak Omsk
Pasukan Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran pada malam 6 Juli 2026, menghantam 47 target militer Rusia dan kilang minyak terbesar Rusia di Omsk.
Kilang Omsk yang dioperasikan Gazpromneft dan terletak 2.700 kilometer dari wilayah Ukraina dekat perbatasan Kazakhstan terbakar setelah serangan, demikian laporan Staf Umum Ukraina.
>>> SSI Agustus Dibayar Lebih Awal, Jadwal Juli 2026 Dimulai
Menurut sumber Reuters, fasilitas tersebut memproses sekitar 23 juta metrik ton minyak tahun lalu, atau 460.000 barel per hari.
Gubernur regional Omsk Vitaly Khotsenko mengonfirmasi serangan drone melalui aplikasi MAX Rusia. Ia menyatakan pertahanan udara Rusia menghancurkan sebagian besar drone yang masuk.
Tidak ada korban jiwa, dan layanan darurat merespons di lokasi, meskipun tingkat kerusakan pasti pada kilang masih belum jelas, tambah Khotsenko.
Selain Omsk, pejabat setempat melaporkan serangan Ukraina pada malam hari menghantam target di wilayah Kaluga dan Yaroslavl, serta pelabuhan ekspor Baltik Ust-Luga dan Vysotsk.
Otoritas yang dipasang Rusia di Krimea melaporkan bahwa serangan di pelabuhan Kerch menewaskan seorang wanita, sementara Sevastopol mengalami pemadaman listrik total.
Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina menargetkan fasilitas penyimpanan minyak di Kerch, mengidentifikasinya sebagai pusat logistik utama yang memasok pasukan Rusia di semenanjung itu.
>>> Link Live Streaming Portugal vs Spanyol di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Operasi malam itu juga menargetkan perangkat keras militer penting, termasuk sistem radar Nebo-U dan dua kapal tanker bahan bakar dari armada bayangan Rusia di Laut Azov.
Kapal-kapal tersebut mengangkut 14.000 ton bensin dari Taganrog ke Krimea, yang setara dengan sekitar 200 gerbong kereta api.
Operator drone Ukraina juga menghancurkan dua peluncur milik sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 Triumf Rusia, satu di posisi tembak di wilayah Bryansk dan yang kedua di dalam tempat perlindungan di Krimea.
Militer Ukraina mencatat bahwa sistem S-400 ini sebelumnya digunakan untuk meluncurkan rudal balistik ke target darat di Ukraina.
Menurut Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov, target militer yang terverifikasi yang terlibat dalam perang drone pada 2026 meliputi personel, artileri, pusat komando, dan peralatan perang elektronik.
>>> Persebaya Resmi Rekrut Yuran Fernandes dari PSM Makassar
Kampanye ini telah mengenai lebih dari 800.000 target yang dikonfirmasi dan menimbulkan sekitar 167.000 korban sejak awal tahun.
Update Terbaru
Diskon Rp400 Juta untuk Polestar, Syaratnya Mobil Ini Segera Hengkang dari AS
Selasa / 07-07-2026, 02:15 WIB
Live Report: Portugal vs Spanyol di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
5 Tips Capsule Wardrobe untuk Perempuan agar Tetap Stylish
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Ilmuwan Akhirnya Ungkap Apa yang Mengubah Badai Menjadi Super Typhoon
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Minyak Esensial untuk Nyeri Osteoartritis: Efektif tapi Perlu Hati-hati
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Pemerintah Ubah Peran KEK Jadi Pusat Talenta dan Riset
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Bupati Lampung Timur Tanggapi Warga Perbaiki Jalan Swadaya dan Ajak Tak Bayar Pajak
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Said Iqbal: Tokopedia Dibalikkan ke China, TikTok Harus Tanggung Jawab
Selasa / 07-07-2026, 02:13 WIB
Said Iqbal Protes ke Menkeu Purbaya: Pengusaha Besar Dapat Tax Amnesty, Buruh Kena Pajak JHT
Selasa / 07-07-2026, 02:13 WIB
QCY Luncurkan Crossky C50i, Earbuds Clip-On dengan Hi-Res Audio dan LDAC
Selasa / 07-07-2026, 02:13 WIB
Kreator Bayonetta Sebut Kesuksesan Capcom Berkat Dorongan Ciptakan IP Baru
Selasa / 07-07-2026, 02:08 WIB
CEO Xbox Akui Margin Bisnis 3-10 Kali Lebih Rendah dari Pesaing
Selasa / 07-07-2026, 02:08 WIB
Putin Kaji Opsi Militer Saat Pemimpin NATO Bertemu di Ankara
Selasa / 07-07-2026, 02:07 WIB
Senators Lepas Brady Tkachuk ke Panthers Akhirnya
Selasa / 07-07-2026, 02:07 WIB







