Hideki Kamiya, kreator Bayonetta dan Devil May Cry, menyebut kesuksesan Capcom saat ini berkat dorongan terus-menerus untuk menciptakan properti intelektual (IP) baru.

Pernyataan itu disampaikan Kamiya menanggapi pertanyaan penggemar di Twitter tentang bagaimana Capcom mampu merilis game hit secara beruntun.

>>> CEO Xbox Akui Margin Bisnis 3-10 Kali Lebih Rendah dari Pesaing

Menurut Kamiya, Capcom memiliki banyak staf berbakat.

Namun, ia juga menekankan bahwa manajemen Capcom memiliki pendekatan proaktif dalam menciptakan seri baru, seperti Pragmata, yang membuahkan hasil positif.

Sejak perilisan Resident Evil 7 pada 2017, Capcom hampir setiap tahun merilis game yang masuk nominasi Game of the Year.

Bahkan pada 2019, 2021, 2023, dan 2026, mereka merilis lebih dari satu game berkualitas.

Kesuksesan itu juga tercermin dari penjualan.

>>> Putin Kaji Opsi Militer Saat Pemimpin NATO Bertemu di Ankara

Sepuluh game terlaris sepanjang masa Capcom semuanya dirilis setelah 2017, dengan Resident Evil 6 (2012) berada di peringkat ke-12.

Meskipun beberapa IP baru seperti Exoprimal dan Kunitsu-Gami: Path of the Goddess belum mencapai kesuksesan besar, Pragmata menjadi hit.

Game tersebut mendapat pujian kritis dan sambutan positif dari penggemar, serta terjual lebih dari dua juta kopi dalam 16 hari pertama.

Capcom menyatakan akan mempertimbangkan mengembangkan Pragmata menjadi seri, dan terus berkomitmen menciptakan IP baru. Direktur Pragmata, Yonghee Cho, juga mengaku ingin membuat sekuel.

>>> Senators Lepas Brady Tkachuk ke Panthers Akhirnya

Di industri game yang didominasi oleh langkah aman, Capcom dinilai berani mengambil risiko dengan terus berinovasi.