Presiden Partai Buruh sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, berencana mendatangi kantor manajemen PT ByteDance atau TikTok di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/7/2026).

Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang menimpa 1.250 karyawan Tokopedia.

>>> Ketua KBIHU Jawa Barat Ditegur Usai Sebut Lansia 'Merepotkan'

Gelombang restrukturisasi terjadi setelah TikTok mengakuisisi 75,01 persen saham Tokopedia pada 2024.

"Besok saya mau ke TikTok. Saya enggak peduli diundang, enggak diundang, saya datang.

Kalau enggak dibukain pintu, ya saya berdiri di depan pintu TikTok," tegas Said Iqbal dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

Ia mengaku hingga kini belum mendapatkan kejelasan informasi atau undangan audiensi resmi dari pihak manajemen terkait nasib para pekerja yang dipangkas.

>>> Refly Harun Bantah Bermanuver dalam Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa

Pertanyaan soal Dana Akuisisi

Said Iqbal mengingatkan bahwa TikTok sebagai pemegang saham mayoritas di bawah bendera ByteDance tidak boleh bertindak semena-mena terhadap regulasi ketenagakerjaan di Indonesia.

Ia secara khusus mempertanyakan realokasi dana akuisisi jumbo yang pernah digelontorkan raksasa teknologi tersebut.

"Tokopedia saat diakuisisi mendapat valuasi sekitar US$ 1,5 miliar dari TikTok, ke mana uangnya? Apakah karyawannya yang di-PHK 1.250 orang ini dapat hak-haknya?"

cecar Said.

>>> Bintang Obsession Siap Bergabung ke Marvel Usai Bertemu Sutradara Thunderbolts dan X-Men

Jika manajemen TikTok dan PT ByteDance terbukti mangkir atau tidak memenuhi kewajiban pemenuhan hak-hak para pekerja Tokopedia yang terkena rasionalisasi, Koalisi Serikat Pekerja bersama Partai Buruh (KSP-PB) mengancam akan membawa sengketa ketenagakerjaan ini ke ranah hukum internasional melalui peradilan buruh internasional.