Hubungan erat antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi sorotan tajam setelah keputusan kontroversial mencabut skorsing pemain AS menjelang pertandingan penting Piala Dunia 2026.

Kontroversi bermula ketika penyerang AS Folarin Balogun mendapat kartu merah dalam kemenangan 2-0 atas Bosnia-Herzegovina.

>>> Jadwal Siaran Langsung Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026

Trump kemudian menghubungi Infantino, dan FIFA mencabut skorsing otomatis satu pertandingan pada hari Minggu, sehari sebelum laga babak 16 besar melawan Belgia.

Otoritas sepak bola Eropa mengecam keras keputusan FIFA yang dianggap belum pernah terjadi sebelumnya. UEFA menyebut langkah itu melanggar "garis merah" dan merusak integritas olahraga.

Keputusan ini memicu kemarahan dan ketidakpercayaan, terutama dari tim nasional Belgia yang akan menghadapi AS.

Menanggapi kritik, Infantino mengakui komunikasi berkelanjutan dengan Trump mengenai operasional turnamen dan menyebut Trump sebagai "teman baik saya."

Ikatan yang Terjalin Lama

Hubungan keduanya terbentuk saat masa jabatan pertama Trump, setelah AS mendapatkan hak tuan rumah Piala Dunia 2018.

Infantino rutin berkomunikasi dengan Trump dan menghadiri acara politik seperti penandatanganan Perjanjian Abraham di Gedung Putih serta KTT ekonomi global di Davos.

Infantino memuji komitmen Trump terhadap perdamaian dan persatuan dunia. Saat undian resmi turnamen, Infantino menghadiahkan Trump trofi emas khusus dan medali.

>>> Link Live Streaming Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026

Trump menyebutnya sebagai salah satu kehormatan terbesar dalam hidupnya.

Trump juga mengungkapkan bahwa FIFA mengizinkannya menyimpan trofi Piala Dunia Antarklub yang baru, yang dirancang Tiffany, di Oval Office.

Infantino berkata, "Kau bisa menyimpannya selamanya di Oval Office. Kami akan membuat yang baru."

Selain itu, FIFA memberikan replika emas trofi Piala Dunia resmi kepada Trump, yang disebut Infantino "hanya untuk pemenang."

Namun, kedekatan antara eksekutif olahraga dan pemimpin politik ini menuai keluhan resmi dari organisasi pemantau internasional.

Kelompok hak asasi manusia menantang hubungan tersebut melalui jalur resmi tahun lalu, menuduh Infantino melanggar aturan netralitas politik.

>>> Polres Jaksel Selidiki Penipuan Fatwa Halal MUI untuk Produk Kripto

Fair Square, kelompok advokasi hak asasi manusia, menyatakan bahwa Infantino seharusnya tidak menyelaraskan diri dengan kebijakan dan tindakan Trump.