FIFA memutuskan untuk mencabut skorsing satu pertandingan yang dijatuhkan kepada penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjelang laga krusial babak 16 besar Piala Dunia melawan Belgia.

Keputusan ini mengubah narasi bagi tim AS yang sebelumnya harus kehilangan pemain andalan akibat kartu merah yang diterimanya.

>>> Tristan Thompson Ungkap Rahasia Co-Parenting dengan Khloé Kardashian

Diskursus seputar keputusan FIFA ini pun bergeser dari soal keadilan menjadi kekhawatiran luas mengenai langkah yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya dan melanggar tradisi sepak bola yang sudah berlangsung lama.

Perwakilan hukum yang dibentuk oleh Federasi Sepak Bola AS (US Soccer) secara aktif mencari celah dalam peraturan FIFA untuk membatalkan skorsing tersebut, menciptakan ketegangan menjelang pertandingan.

Pelatih AS, Mauricio Pochettino, menegaskan dalam konferensi pers pada hari Minggu bahwa ia tidak mengetahui adanya manuver yang dilakukan US Soccer.

>>> Daftar Harga Samsung Galaxy S20 hingga S25 Baru dan Second Juli 2026

AS datang ke pertandingan ini sebagai salah satu tim dengan performa terbaik di Piala Dunia, menunjukkan permainan menyerang yang kuat dan struktur pertahanan yang solid.

Sebaliknya, Belgia datang dalam kondisi yang lebih lemah dibandingkan edisi 2014, tanpa fokus serangan yang jelas dan kesulitan mengubah penguasaan bola menjadi peluang berbahaya.

>>> Erika Jayne Lawan Gugatan Rp 290 Miliar dari Desainer Busana

Pertemuan kedua tim di babak yang sama pada Piala Dunia 2014 lalu dimenangkan oleh Belgia, di mana Romelu Lukaku tampil impresif dan kiper Tim Howard mencatatkan penampilan bersejarah.