Giovanni, seorang imigran asal El Salvador, ditangkap agen federal di tempat cuci mobil tempatnya bekerja di San Fernando Valley pada Oktober lalu.

Ia menghabiskan enam bulan di pusat penahanan Adelanto ICE Processing Center.

>>> Lena Dunham Bercanda soal Gay Porn di Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce

Berbeda dengan tiga rekannya yang langsung dideportasi ke Meksiko dalam 24 jam, Giovanni menolak menandatangani dokumen deportasi sukarela.

Ia akhirnya kembali ke keluarganya setelah enam bulan.

Kisah Giovanni hanyalah satu dari ribuan dampak kampanye penindasan imigran tanpa dokumen yang dilancarkan pemerintahan Trump sejak Juni 2025 di California Selatan.

Skala dan Kecepatan yang Mencengangkan

Menurut data ICE yang dianalisis Capital & Main, penangkapan di wilayah Los Angeles meningkat tujuh kali lipat selama enam minggu pertama operasi musim panas 2025 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Dari sekitar 500 penangkapan pada Juni-Juli 2024, jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 3.500 pada periode yang sama tahun 2025.

Angka ini hanya mencakup operasi penegakan hukum di dalam negeri, bukan penangkapan di perbatasan.

Lindsay Toczylowski, CEO Immigrant Defenders Law Center, mengatakan kecepatan dan kekejaman operasi ini sungguh mencengangkan. "Napas kami terenggut oleh kecepatan, kekejaman, dan kekerasan yang tak terkendali," ujarnya.

Sasaran Meluas ke Tanpa Catatan Kriminal

Data menunjukkan bahwa razia semakin banyak menyasar orang tanpa catatan kriminal. Pada 2024, sekitar sepertiga dari yang ditangkap tidak memiliki hukuman atau tuntutan pidana.

Pada 2025, proporsinya meningkat menjadi lebih dari setengah. Selama puncak musim panas, 69% dari yang ditangkap tidak memiliki catatan kriminal, termasuk Giovanni.

Seorang juru bicara DHS membantah temuan tersebut, menyebut data yang digunakan "tidak akurat" dan "dipetik secara selektif." Namun DHS tidak memberikan data alternatif meski diminta.