Seorang pria asal Rochester, New York, menggugat Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat setelah petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) mendatanginya karena mengirim email kritis kepada mantan kepala ICE.

David Streever mengajukan gugatan federal di Washington, D. C.

>>> Drone Ukraina Serang 47 Target Militer Rusia dan Kilang Minyak Omsk

, pada Senin, 6 Juli 2026. Ia menuding pejabat DHS melanggar hak Amandemen Pertama.

Gugatan diajukan oleh Foundation for Individual Rights and Expression (FIRE), sebuah organisasi nirlaba. Tergugat meliputi tiga agen federal, Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin, dan pejabat ICE.

Kronologi Kunjungan Petugas

Pada 26 Januari, Streever mengirim email kepada Todd Lyons, yang saat itu menjabat pelaksana tugas direktur ICE.

Email itu mengecam operasi penegakan hukum di Minneapolis yang mengakibatkan dua warga AS tewas tertembak.

Pada 23 Juni, dua agen Investigasi Keamanan Dalam Negeri mendatangi rumah Streever saat ia bepergian. Mereka meninggalkan surat peringatan kepada istrinya.

Seorang agen ketiga kemudian melacak Streever ke hotel bandara di New York City setelah ia kembali dari Finlandia.

Agen itu meninggalkan kartu nama di meja depan.

Pengacara Streever menyatakan tindakan pemerintah merupakan penyalahgunaan wewenang untuk menekan ekspresi politik yang sah. Mereka menegaskan email tersebut adalah pidato yang dilindungi konstitusi.

DHS secara aktif mengancam kebebasan itu, melacak dan membalas pembicara seperti Penggugat David Streever karena ia menggunakan hak fundamentalnya untuk mengkritik salah satu pejabat penegak hukum tertinggi di Amerika Serikat,” demikian bunyi gugatan.

Dokumen yang diserahkan petugas secara eksplisit memperingatkan tentang potensi pelanggaran hukum federal terkait ancaman terhadap pejabat. “Konstitusi kita tidak mentolerir penyalahgunaan wewenang yang begitu terang-terangan,” lanjut gugatan.