Angelica Salas, direktur eksekutif CHIRLA, mengatakan, "Saya yakin mereka datang ke Los Angeles dulu untuk menguji kami dan mencoba mematahkan perlindungan yang ada."

CHIRLA mengaktifkan kembali Jaringan Respons Cepat yang mencakup ribuan relawan. Hotline langsung kebanjiran laporan aktivitas ICE di seluruh wilayah.

Bagi banyak keluarga imigran, konsekuensi razia masih terasa. Ribuan orang masih dalam tahanan atau sudah dideportasi.

Pasangan ditinggal sendirian membesarkan anak-anak yang trauma, kehilangan pencari nafkah utama, dan terancam kehilangan tempat tinggal.

Komunitas yang dulu menyaksikan penangkapan di siang bolong kini menghadapi ancaman yang lebih senyap namun tetap mendalam.

Taktik penegakan hukum bergeser dari operasi besar ke razia yang lebih kecil dan cepat.

Keputusan Mahkamah Agung September lalu mengizinkan agen memprofilkan orang berdasarkan bahasa, ras, etnis, pekerjaan, atau lokasi.

Hal ini meningkatkan ketidakpastian bagi warga Latino, di mana 82% dewasa Latino adalah warga negara atau memiliki status hukum.

>>> Penyanyi 'Party Rock Anthem' Lauren Bennett Dikenang dalam Acara Peringatan di London

Menurut Pew Research Center, sekitar 11% orang Latino mulai membawa paspor atau dokumen identitas demi keamanan.