FIFA memicu kontroversi besar di sepak bola internasional setelah secara resmi membatalkan skorsing kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Senin (16/6).

Keputusan ini diambil jelang laga babak 16 besar Piala Dunia melawan Belgia.

>>> Indonesia Bidik Investasi dan Transfer Teknologi Rusia Lewat INNOPROM 2026

Balogun, yang telah mencetak tiga gol di turnamen, tetap bisa dimainkan meskipun regulasi Piala Dunia melarang banding atas kartu merah langsung.

Ia diusir wasit saat laga fase grup melawan Bosnia-Herzegovina.

Keputusan ini memicu kekhawatiran akan adanya campur tangan politik setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi keterlibatan pribadinya dalam meminta peninjauan skorsing kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.

Keterlibatan Trump dan Reaksi Dunia

"Saya yang membuat mereka melakukannya," kata Trump, yang mengaku meminta peninjauan tetapi tidak secara eksplisit memerintahkan Infantino untuk mencabut larangan bermain.

Trump menilai pengusiran di lapangan sudah merupakan hukuman yang cukup.

Presiden FIFA Gianni Infantino membantah tuduhan campur tangan politik, menegaskan komite disiplin FIFA bekerja secara independen.

Namun, keputusan ini menuai kritik tajam dari tokoh sepak bola karena hubungan dekat Trump dan Infantino.

>>> DPR Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Antisipasi El Nino

"Ini olahraga kami, bukan olahraga mereka," kata mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp. Ia menyebut keputusan itu gila dan mempertanyakan transparansi proses antara kedua pemimpin.

Kontroversi ini menambah daftar panjang kritik terhadap Infantino, termasuk pemberian FIFA Peace Prize kepada Trump saat undian Piala Dunia.

Kelompok hak asasi FairSquare dan 50 anggota parlemen Eropa sebelumnya telah mengajukan keluhan ke komite etik FIFA yang tidak direspons.

FIFA juga menghadapi kritik tata kelola terkait respons terhadap wasit Somalia Omar Artan, perubahan jadwal mendadak laga Inggris vs Meksiko, serta alokasi strategis Piala Dunia 2030 dan 2034.

Turnamen Piala Dunia Antarklub musim panas juga menuai protes dari serikat pemain.

Mantan presiden FIFA Sepp Blatter menambahkan suaranya, mengatakan sepak bola tidak boleh menjadi taman bermain kekuasaan politik.

>>> Aplikasi Galaxy Wearable Samsung Dapatkan Wajah Baru Jelang Galaxy Unpacked

UEFA pada Selasa (17/6) menyatakan FIFA telah melanggar garis merah dengan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.